Fluktuasi Ekonomi, Penjualan Mobil Ditargetkan Tumbuh Moderat 1,1 Juta

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Ekarina

24/1/2019, 20.40 WIB

Beberapa kondisi ekstrenal seperti fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas dikhawatirkan mempengaruhi penjualan mobil tahun ini.

GIIAS 2017
Arief Kamaludin|KATADATA
Stand pamer mobil Toyota di ajang GIIAS 2017, Kamis, (10/08)

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan penjualann kendaraan tahun ini akan tumbuh moderat di kisaran 1,1 juta unit. Target itu ditetapkan seiring dengan kondisi perekonomian dalam negeri maupun dampak ekonomi global yang diprediksi fluktuatif tahun ini.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto target penjualan kendaraan tahun ini yang sebesar 1,1 juta relatif sedikit lebih rendah dari realisasi penjualan tahun lalu yang mamou menembus angka 1,15 juta unit atau tumbuh  6,3% dari 2017. 

Meski pemerintah telah mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% alias naik dari proyeksi tahun lalu yang hanya 5,17%, pihaknya lebih memilih memasang target aman.

"Tapi kalau realisasinya bisa 1,2 juta kami senang," kata Jongkie di Jakarta,Kamis (24/1).

(Baca: Penjualan Mobil 2018 Tembus Target 1,1 Juta Unit, Toyota Pimpin Pasar)

Sebab, beberapa faktor eksternal dikhawatirkan dapat mempengaruhi penjualan mobil. Beberapa di antaranya seperti kondisi nilai tukar rupiah hingga pelemahan komoditas dunia yang bisa mempengaruhi penjualan kendaraan niaga. Sementara terkait tahun politik, dia tidak melihatnya sebagai hambatan yang  membuat potensi penjualan kendaraan tersendat.

"Faktor lain yang mempengaruhi penjualan seperti suku bunga acuan Bank Indonesia kami harap tidak naik atau (bunga) kredit (kendaraan bermotor) bisa naik," kata Jongkie.

Sementara itu, Associate Partner and Senior Vice President of Mobility Frost&Sullivan Vivek Vaidya justru memprediksi penjuakan Indonesia tahun ini  bisa lebih tinggi yakni mencapai 1,19 juta unit atau naik 4,2% dari capaian tahun lalu. Viviek meyakini industri otomotif tahun ini tumbuh terdorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, menggeliatnya investasi swasta, serta munculnya sejumlah model kendaraan baru.

Namun seperti halnya Gaikindo, dia juga memperingatkan faktor eksternal dapat menjadi tantangan mencapai target tahun ini. "Seperti perang dagang Amerika Serikat - Tiongkok, dapat membuat suplai (komoditas) dari Indonesia ke Tiongkok terganggu," kata Vivek.

Realisasi 2018

Gaikindo mencatat, produksi kendaraan pada 2018 mencapai 1,34 juta unit. Dari angka produksi tersebut, sebanyak 264 ribu unit kendaraan dialokasikan untuk ekspor. Jongkie menyebut, ekspor kendaraan tahun lalu mengalami pertumbuhan 14%. dari tahun sebelumnya. "Produksi kendaraan naik 10,4%," katanya.

Sedangkan dari total  penjualan kendaraan tahun lalu sebesar 1,15 juta unit, jenis kendaran  berpenumpang menyumbang sekitar 874 ribu unit, sedangkan kendaraan komersial atau niaga menyumbang sebesar 276 ribu.

(Baca: Prospek Bisnis Otomotif 2019: Potensi Besar, Volume Penjualan Stagnan)

Menurut Jongkie, pertumbuhan penjualan tahun lalu dimotori kendaraan dengan bobot 24 ton ke atas atau truk yang tumbuh 44%. Kendaraan pick up dan double cabin juga tumbuh 12% dan 15%. Pembangunan infrastruktur dan mulai menggeliatnya harga komoditas tambang menjadi penopang pertumbuhan penjualan truk tinggi tahun lalu.

 

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha