Jalan Tol Bakaheuni-Terbangi Besar akan Beroperasi Mulai Februari

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

31/1/2019, 21.53 WIB

Progress pembangunan jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar akan segera dilaporkan kepada presiden untuk segera diresmikan dan dimanfaatkan.

Trans Sumatera
ANTARA FOTO/Ardiansyah
Kendaraan melintas di lokasi pembangunan pintu keluar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Seksi II Ruas Sidomulyo-Kota Baru di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, Lampung.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan proyek Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar  yang dibangun PT Hutama Karya (Persero), ditargetkan beroperasi pada Februari ini. Menurutnya, saat ini perkembangan pembangunannya saat ini cukup positif.

"Akan dilaporkan pada Bapak Presiden (Joko Widodo) untuk dapat diresmikan dan segera bisa dimanfaatkan untuk konektivitas di wilayah Lampung, khususnya dan Sumatera umumnya," kata Rini dalam siaran pers terkait kunjungannya ke lokasi pembangunan ruas tol tersebut, Kamis (31/1).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan, kontruksi fisik jalan tol sepanjang 140,9 km tersebut sudah selesai sehingga bisa segera dioperasikan. “Rencananya, akan terdapat 12 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) jalan tol atau rest area yang akan dioperasikan di sepanjang jalan tol Bakauheni-Terbanggi,” kata Bintang.

(Baca: BUMN akan Bentuk Joint Venture Investment Fund dengan Macquire Group)

Sebelumnya, beberapa segmen di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar telah diresmikan Presiden RI pada 20 Januari 2018 lalu. Ruas-ruas tersebut berada di paket 1 Bakauheni-Sidomulyo segmen Pelabuhan Bakauheni sampai Simpang Susun (SS) Bakauheni sepanjang 8,9 km dan di paket 2 Sidomulyo-Kotabaru segmen SS Lematang sampai SS Kotabaru sepanjang 5,6 km. Dengan demikian, total ruas yang diresmikan dan beroperasi tahun lalu adalah 14,5 km.

Pembangunan jalan tol ini menelan biaya investasi sebesar Rp 16,8 triliun. Pendanaan pada investasi tersebut dipenuhi secara 52% ekuitas melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,2 triliun dan obligasi yang diterbitkan Hutama Karya sebesar Rp 6,5 triliun. Sisa 48% dipenuhi dengan pinjaman melalui pinjaman dari 7 sindikasi perbankan yaitu Bank Mandiri, BNI, BCA, CIMB Niaga, Maybank, Bank Permata, dan Bank ICBC sebesar Rp 8,1 triliun.

Hingga saat  ini, Hutama Karya tengah membangun 529 km jalan tol Trans-Sumatera, di mana 47 km sudah beroperasi penuh. Beberapa yang tengah dibangun adalah ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 km. Lalu, ruas Padang-Sicincin (bagian dari ruas Padang-Pekanbaru) sepanjang 31 km.

Termasuk ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km, ruas Kualatanjung-Tebing Tinggi-Parapat sepanjang 98 km, ruas Medan-Binjai (Helvetia sampai junction Tj. Mulia) sepanjang 6 km, serta ruas Banda Aceh-Sigli sepanjang 74 km.

Adapun untuk JTTS yang sudah beroperasi penuh selain di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, adalah ruas Palembang-Indralaya sepanjan 22 km dan ruas Medan-Binjai seksi Binjai-Semayang dan seksi Semayang-Helvetia sepanjang 11 km.

(Baca: Pemerintah Kaji Pembukaan Tol Cisumdawu untuk Pengendara Motor)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha