Cuaca Buruk, Lifting Minyak Blok Cepu Terancam Anjlok

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Arnold Sirait

1/2/2019, 17.08 WIB

Pemerintah tetap mempertahankan produksi di level 220 ribu barel per hari.

Blok Cepu
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Jika tidak diantisipasi, cuaca buruk itu bisa berpengaruh terhadap produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi (migas) termasuk Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan produksi siap jual (lifting) minyak bumi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu terancam turun akibat cuaca buruk. Ini karena kapal untuk pengangkut minyak tidak bisa merapat ke dermaga.

“Kami membahas lifting-nya ExxonMobil yang di Blok Cepu, dan crude ke Pertamina. Kalau cuaca jelek kan lifting-nya terganggu,” kata dia di Jakarta, Jumat (1/2).

Arcandra belum bisa menghitung berapa potensi penurunan produksi itu. Namun, pemerintah tetap berupaya mempertahankan produksi Blok Cepu bisa mencapai 220 ribu barel per hari (bph).

Jika tidak bisa, produksi dipertahankan di level 208 ribu bph sesuai dengan target PT Pertamina EP Cepu. “Tergantung kalau top tank itu bisa jauh turunnya, tapi kami usahakan bisa 220 barel per hari,” ujar Arcandra.

Tahun ini, SKK Migas menargetkan lifting minyak Blok Cepu tahun depan bisa mencapai 216 ribu bph. Ini lebih tinggi dari lifting tahun 2018 yang hanya 208.732 bph

Blok Cepu kini menjadi andalan lifting minyak pertama nasional dan telah menyalip Rokan yang tahun ini mengalami penurunan produksi. Dari data SKK Migas, lifting Chevron di Blok Rokan tahun ini sesuai Rencana Program dan Anggaran (WP&B) hanya 190 ribu bph. Target itu turun 9,2% dibandingkan realisasi tahun 2018 yang mencapai 209.478 bph. 

(Baca: Produksi Hingga 220 Ribu Barel, Blok Cepu Jadi Primadona Baru )

Meski begitu, secara alamiah, produksi Banyu Urip, Blok Cepu akan turun pada 2021. Akan tetapi, penurunan itu akan ditutupi dengan beroperasinya Lapangan Kedung Keris tahun ini, tepatnya pada kuartal III 2019. Ketika berproduksi, proyek Kedung Keris ditargetkan bisa menambah produksi Blok Cepu sebesar 10 ribu bph.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha