Prabowo Tuduh Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani Jawab dengan Puisi

Penulis: Martha Ruth Thertina

1/2/2019, 20.35 WIB

Sri Mulyani membeberkan capaian pemerintahan. “Kami tidak pernah lelah mencintai dan membangun Indonesia. Bagaimana engkau?”

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membuat puisi dengan kalimat pembuka “Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang”. Puisi itu dibuat Sri Mulyani setelah calon Presiden Prabowo Subianto, dalam orasi politiknya, mengusulkan agar jabatan Menteri Keuangan diganti menjadi Menteri Pencetak Utang.

Sri Mulyani mengunggah puisi tersebut dalam akun media sosial Facebook dan Instagram miliknya. Berikut isi puisi tersebut:

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami menyelesaikan ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan

untuk rakyat, untuk kesejahteraan

Kami menyelesaikan puluhan embung dan air bersih,

bagi jutaan saudara kita yang kekeringan

Puluhan ribu rumah,

untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

 

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidi jutaan sambungan listrik

untuk rakyat, untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok

Kami terus bekerja, meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin

Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin

Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

 

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam, menyediakan jaminan

agar 96,8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat

Merawat ratusan ribu sekolah dan madrasah, agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,

bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya

Kami tak pernah berhenti, agar 472.000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan

20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.

Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,

170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani

Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah

Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket

Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah

Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

 

Kami terus bekerja, agar 74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan.

8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik

Triliunan rupiah tersedia membantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

 

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu

Agar engkau tidak lupa

Karena itu adalah cerita tentang kita membangun Indonesia

 

Aku tak ingin engkau lupa itu.

Sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.

 

Aku perempuan yang memenuhi panggilan ibu pertiwi

Aku perempuan, aku tidak surut demi kecintaanku kepada negeri,

Untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia

Aku dan tujuh puluh enam ribu jajaran Kemenkeu, adalah kami.

Kami tidak pernah lelah mencintai dan membangun Indonesia

Bagaimana engkau?

 

Prabowo kembali membahas soal utang dalam orasinya pada acara Deklarasi Nasional Aumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, di Jakarta, Sabtu (26/1) lalu. Ketua Umum Gerindra tersebut mengatakan utang Indonesia terus menumpuk. Bila diibaratkan dengan penyakit, stadiumnya sudah cukup lanjut alias sudah lumayan parah.

“Kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang," kata dia, seperti dikutip Tempo.co.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha