Dibuka Naik 0,07%, Potensi Eskalasi Perang Dagang Warnai Laju IHSG

Penulis: Happy Fajrian

4/2/2019, 11.20 WIB

Sentimen dari perang dagang yang masih berpotensi tereskalasi akan mewarnai pergerakan IHSG selain sentimen domestik terkait kondisi perekonomian.

BEI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (4/2), naik tipis 0,07% ke level 6.543,22. Namun, hingga berita ini dibuat, IHSG telah turun ke zona merah, level 6.513,57 atau terkoreksi 0,38%.

Sementara itu, bursa saham Asia lainnya menunjukkan kinerja yang bervariasi. Indeks Strait Times terkoreksi tipis 0,05%, PSEi terkoreksi 0,61%. Lainnya, indeks Hang Seng dibuka pada zona merah namun saat ini sudah kembali hijau 1,30%, Nikkei naik 0,47%, dan KLCI naik 0,38%.

Pergerakan bursa saham di Asia masih dipengaruhi hasil perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Sementara ini, ada aura positif dari Tiongkok yang telah bersedia untuk meningkatkan impor komoditas pertanian dari AS.

Namun, diberitakan oleh Reuters bahwa pihak AS belum sepenuhnya puas dengan Tiongkok, terutama terkait isu-isu yang lebih besar seperti regulasi yang memaksa perusahaan AS yang beroperasi di TIongkok melakukan transfer teknologi.

(Baca: IHSG Berpotensi Lewati Level Tertinggi Sepanjang Masa Pekan Ini)

Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa pihak AS masih belum siap untuk meneken kesepakatan. Kesediaan TIongkok meningkatkan impor pertanian dari AS dinilai sebagai gestur yang sangat baik dari pihak Tiongkok, namun masih ada isu-isu besar yang belum menemukan titik temu antara pihak AS dan Tiongkok.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia akan bertemu dengan Presiden TIongkok Xi Jinping di Tiongkok pada pertengahan Februari. Namun dia mengakui bahwa kesepakatan belum tentu akan terjadi pada pertemuan tersebut.

Sementara itu, dari dalam negeri, investor menantikan rilis indeks keyakinan konsumen dan survei kegiatan dunia usaha oleh Bank Indonesia (BI) periode Januari 2019, serta data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2018 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Jika kedua data tersebut menunjukkan hasil yang baik, akan berpotensi mendorong kinerja IHSG.

Menurut Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya, IHSG hari ini bakal melaju pada jarak di level 6.442 hingga 6.676. "Jelang rilis data perekonomian tentang kepercayaan konsumen dan kepercayaan bisnis, serta perkiraan PDB yang disinyalir akan terdapat hasil yang bagus," katanya.

(Baca: Tunggu Bursa Saham Membaik, Dua Anak Usaha Adhi Karya IPO Semester II)

Seperti perkiraan dari Kementerian Kuangan, nominal PDB tahun 2018 sebanyak Rp 14.735,9 triliun. Sehingga pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 sebesar 5,15% atau tumbuh dari pertumbuhan ekonomi 2017 yang sebesar 5,07%.

Menurut William, data perekonomian inflasi bulan Januari 2019 yang terkendali juga mampu membuat IHSG minggu ini dapat melaju positif. Pada Jumat lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan sebesar 0,32% pada Januari 2019, atau 2,82% secara tahunan. Tingkat inflasi ini merupakan yang terendah untuk periode sama dalam tiga tahun terakhir.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha