Delapan Merek Fesyen Tenun NTT Perluas Pasar di Ibu Kota

Penulis: Dini Hariyanti

7/2/2019, 23.00 WIB

Rumah mode yang dimaksud adalah Batik Tenun Njonjah Poenja, LeVico, Noesa, Niora, Indhe Indonesia Bag, Oriep Indonesia, Racheli dan Ita Selaras.

Pembuat Kain Tenun
Dini Hariyanti|Katadata
Seorang perempuan sedang mendemonstrasikan proses membuat kain tenun. Aktivtas ini berlangsung bersamaan dengan Wallacea Week 2018, di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.

Sejumlah delapan rumah desain tampil dalam pameran tenun ikat sikka. Acara yang digagas Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Ikat Sikka dan Yayasan Sahabat Cipta ini berlangsung di Jakarta, pada 15 - 17 Februari 2019.

Rumah mode yang dimaksud adalah Batik Tenun Njonjah Poenja, LeVico, Noesa, Niora, Indhe Indonesia Bag, Oriep Indonesia, Racheli dan Ita Selaras. Seluruhnya mengusung produk fesyen berbahan tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Pameran ini akan diisi (salah satunya) penjualan kain dan selendang tenun ikat sikka bermotif dilindungi yang sebagian besar menggunakan pewarna alam," ujar Dollaris Riauaty selaku ketua pameran, di Jakarta, Kamis (7/2). (Baca juga: Potensial Jadi Kerajinan Unggulan Babel, Sebaran Tenun Cual Dipetakan

Tenun Ikat Sikka sendiri merupakan karya seni budaya kain tradisional Indonesia yang bernilai tinggi dari Kabupaten Sikka, NTT. Tenun ini merupakan tenun ikat pertama di Indonesia yang memperoleh perlindungan hukum kekayaan intelektual melalui Indikasi Geografis dengan sertifikat ID G 000000056.

Pameran Tenun Ikat Sikka Auction & Marketplace 2019 juga bertujuan menghimpun dana guna menyokong MPIG Tenun Ikat Sikka. Organisasi masyarakat ini fokus memberikan pelayanan kepada penenun dan pelaku kreatif untuk menjaga keberlanjutan usaha mereka, pelestarian, serta regenerasi SDM.

(Baca juga: IFW 2019, Ini Contoh Desain Fesyen Terinspirasi Kultur Borneo

Selain pemerintah daerah terkait, sejumlah instansi memberikan dukungan untuk acara Tenun Ikat Sikka Auction & Marketplace 2019, yaitu Ditjen Kekayaan Intelektual, Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, pemerintah Swiss melalui Proyek Indonesian-Swiss Intellectual Property (ISIP), dan Ford Foundation.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha