Dana Asing Masuk, IHSG Menguat 0,29%

Sorta Tobing
4 April 2019, 18:32
Beberapa siswa berfoto dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (24/2).
ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa
Beberapa siswa berfoto dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (24/2).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,29% pada perdagangan hari ini, Kamis (4/4). Angkanya naik 18,56 poin ke level 6.494,63, seiring aksi beli saham oleh investor asing yang mulai terasa di lantai bursa.

Menurut analis pasar saham Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 730,7 miliar. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Astra International Tbk (ASII) menjadi yang paling banyak diburu.

Salah satu pemicunya, rating hutang BMRI yang cukup baik oleh Standard & Poor di BB+ dengan outlook positif. “Kualitas aset bank juga semakin mendekati rata-rata jika terus bertumbuh 12 hingga 18 bulan ke depan,” katanya kepada Katadata.co.id. Nilai tukar rupiah juga menguat 0,28% ke level Rp 14.183 per dolar Amerika Serikat.

(Baca: Katadata Sentiment Index: IHSG April 2019 Bearish karena Faktor Global)

Sementara itu, bursa Asia memasuki masa transisi aksi ambil untung setelah penguatannya sejak awal pekan. Indeks Nikei naik 0,05%, TOPIX turun 0,11%, lalu HangSeng melemah 0,17%. Harga obligasi menguat seiring aksi tunggu investor terhadap kelanjuatan negosiasi dagang AS dan Tiongkok.

Rencananya, Presiden Donald Trump akan bertemu Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He di Gedung Putih hari ini. “Negosiasi kesepakatan perdagangan antara negara dengan perekonomian terbesar dunia akan memasuki tahap akhir,” ujar Lanjar.

Bursa Eropa mayoritas dibuka melemah seiring dengan turunnya harga saham perusahaan minyak dan tambang. Hal ini juga seiring dengan pelemahan minyak West Texas Intermediate ke level USS$ 62 per barel. EuroStoxx turun 0,17%, FTSE minus 0,65%, dan DAX melemah 0,18% di sesi awal perdagangan.

(Baca: Harapan Damai Perang Dagang, IHSG dan Bursa Asia Kompak Menghijau)

Menurut Lanjar, pasar global saat ini menunggu laporan bulanan AS tentang tenaga kerja. Proyeksinya, pekerjaan dari sektor non-pertanian atau non-farm payroll naik 180 ribu . “Angka itu mengukuhkan kekuatan ekonomi AS yang cenderung cepat,” katanya.

Meskipun ditutup menguat, Lanjar menilai, IHSG secara teknikal masih mengalami konsolidasi dan bearish. Indikasi terkoreksi masih cenderung membayangi indeks sehingga perkiraan pergerakannya untuk esok di level 6.410-6.520.

Saham-saham yang layak dipertimbangkan adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Astra International Tbk (ASII), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...