Wiranto: Tindak Tegas Setiap Aksi yang Ganggu Keamanan dan Ketertiban

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Agung Jatmiko

18/4/2019, 13.26 WIB

Pemilu 2019 berjalan lancar, Wiranto imbau masyarakat tidak lakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Pemilu 2019, Wiranto
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
Menkopolhukam Wiranto (tengah) bersama Menkumham Yasonna H. Laoly (kiri), Mendagri Tjahjo Kumolo (kedua kanan), dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) di Jakarta, Senin (8/5/2017).

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto menilai proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019 berjalan aman. Menurutnya, tidak ada gangguan berarti pada pesta demokrasi yang berlangsung pada 17 April 2019. "Tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara Pemilu Serentak tahun 2019 telah berjalan aman, tertib, lancar serta damai," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Kamis (18/4).

Wiranto mengatakan, kondisi ini tak lepas dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari peserta dan penyelenggara Pemilu 2019, pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat. Dia berharap kondisi ini dapat terus berlanjut hingga seluruh tahapan dalam Pemilu 2019 dapat selesai.

Atas dasar itu, Wiranto mengimbau masyarakat tetap tenang. Dia juga meminta masyarakat tak melanggar hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sembari menunggu hasil resmi penghitungan suara oleh KPU serta tidak melakukan tindakan anarkis.

(Baca: Kartu 'Sakti' Jokowi Sumbang Kemenangan Versi Hitung Cepat)

Wiranto pun mengimbau semua pihak untuk menghargai ajakan para calon presiden, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Dia juga berharap para pendukung melaksanakan imbauan Jokowi dan Prabowo yang melarang para pendukung melakukan tindakan provokatif.

Menurutnya, TNI/Polri akan menindak tegas jika ada aksi yang menganggu ketertiban dan keamanan nasional. "Sebagai alat negara, TNI/Polri tetap bersatu-padu menghadapi kemungkinan berbagai ancaman yang dapat mengganggu keamanan nasional serta persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Wiranto.

Hal senada disampaikan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian. Tito mengatakan, ada beberapa persoalan yang menjadi sorotan pada penyelenggaraan Pemilu 2019, misalnya terkait penganiayaan KPPS dan linmas di Sumatera Selatan karena berebut kunci kotak suara. Kemudian, kericuhan di Sampang, Madura karena perebutan mandat saksi.

(Baca: Moeldoko Minta Prabowo Tak Buru-buru Menuding Pilpres 2019 Curang)

Ada pula persoalan dilarikannya satu kotak suara di Sampang akibat motif uang. Lebih lanjut, dia menyebut ada beberapa wilayah yang pemungutan suaranya ditunda akibat keterlambatan dan faktor bencana alam.

Meski demikian, Tito menilai tidak ada masalah signifikan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019. "Ini saya kira semuanya berjalan dengan baik," ujarnya.

Tito pun meminta pihak-pihak yang keberatan dapat menyelesaikan berbagai persoalan Pemilu sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Jika persoalan itu diselesaikan tak sesuai prosedur, Tito memastikan Polri dan TNI akan menindak secara tegas. "Kami sepakat tidak menolerir," kata Tito.

(Baca: Pemilu Aman, TKN Jokowi-Ma'ruf Yakin Tidak Ada Mobilisasi Massa)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN