KPU Buka Layanan Pengaduan Penghitungan Suara Pemilu Lewat WhatsApp

Penulis: Pingit Aria

20/4/2019, 08.28 WIB

Masyarakat dapat melaporkan ketidaksesuaian input data Pemilu dengan foto formulir C-1 TPS melalui nomor WhatsApp, surat elektronik, atau telepon.

Warga mengakses Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG) Pemilu 2019 menggunakan gadget android di Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (18/4/2019). KPU RI menggunakan aplikasi SITUNG Pemilu 2019 yang bisa diakses di laman www.pemilu2019.kpu.go.id, dengan t
ANTARA FOTO/DESTYAN SUJARWOKO
Warga mengakses Sistem Informasi Penghitungan Suara (SITUNG) Pemilu 2019 menggunakan gadget android di Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (18/4/2019). KPU RI menggunakan aplikasi SITUNG Pemilu 2019 yang bisa diakses di laman www.pemilu2019.kpu.go.id, dengan tujuan mempercepat informasi hasil perhitungan riil sementara berdasar hasil pindai form C-1 resmi dari semua TPS di seluruh Indonesia maupun PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) dan bisa langsung diakses masyarakat, parpol, caleg maupun paslon presiden/waki

Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka layanan pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan kesalahan data di sistem informasi penghitungan suara (Situng) Pemilu di situs resmi KPU.

Situng KPU berisi data penghitungan suara berdasarkan formulir C-1 setiap TPS yang diunggah KPU kabupaten/kota. "Kami buat semacam tempat laporan melalui WhatsApp dan telepon," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di Jakarta, Sabtu (20/4).

Masyarakat dapat melaporkan ketidaksesuaian input data dengan foto formulir C-1 TPS melalui nomor WhatsApp di 0812 1177 2443. KPU juga akan melayani pengaduan melalui surat elektronik ke [email protected] atau nomor telepon 021-319 025 67 atau 021-319 025 77. Selain itu, masyarakat juga bisa datang langsung ke kantor KPU RI di Jalan Imam Bonjol Nomor 29 Menteng, Jakarta Pusat.

(Baca: KPI: Lembaga Penyiaran Diimbau Kurangi Penayangan Hitung Cepat)

Sebelumnya, petugas KPU kabupaten/kota di lima daerah salah memasukkan data namun telah diperbaiki. Kejadian tersebut terjadi di lima TPS yakni di Dumai, Riau, Jakarta Timur, Maluku, NTB dan Jawa Tengah.

KPU menyebutkan kesalahan itu murni kesalahan manusia, dan tidak ada unsur sengaja atau curang.

Ilham mendorong masyarakat untuk ikut memantau situng dan mengapresiasi adanya masukan dari masyarakat untuk segera diperbaiki ketika ada kesalahan.

Di pihak lain, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akan mengumpulkan data C1. Adapun, data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

(Baca: Real Count Sementara KawalPemilu dan KPU: Jokowi Lebih Unggul)

“Saya kira nanti (pencocokan data) secara berkala akan dilaporkan mungkin di Kertanegara,” kata Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi Fadli Zon di Jakarta, Jumat (19/4).

Reporter: Cindy Mutia Annur dan Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN