SKK Migas Akan Tender Ulang Proyek Flow Meter Produksi Migas

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Sorta Tobing

13/6/2019, 13.50 WIB

SKK Migas menginginkan pengerjaan proyek flow meter dilakukan dengan studi terlebih dahulu.

SKK Migas, proyek flow meter, migas, produksi minyak nasional
Arief Kamaludin | Katadata
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan proyek pemasangan alat ukur produksi minyak bumi atau flow meter tetap lanjut tahun ini.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan proyek pemasangan alat ukur produksi minyak bumi atau flow meter  tetap berlanjut tahun ini. Namun, SKK Migas menginginkan pengerjaan proyek itu dilakukan dengan studi terlebih dahulu.

Tujuan studi itu, supaya ketika flow meter dipasang dapat sesuai dengan yang diharapkan. "Lanjut. Tapi kami mau studi engineering ," ujar Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurahman di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/6).

Ia mengatakan, perusahaan yang akan mengerjakan proyek itu juga dapat berubah. SKK Migas akan melakukan proses tender ulang. "Mau ditender lagi. Supaya terbuka semua," ujarnya.

Nantinya, proses pemasangan flow meter tergantung dari kesiapan kontraktor yang mengerjakan. Selain itu, SKK Migas juga perlu menyiapkan desain untuk proyek tersebut. "Kalau tahun dulu kan desainnya tidak mengikuti standar engineering. Kontraktor bilang sanggup, tapi kenyataannya saat dipasang tidak sesuai," kata Fatar.

(Baca: Proyek Flow Meter Dihentikan, Kontraktor Tuntut SKK Migas)

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melanjutkan proyek pemasangan alat ukur produksi minyak bumi ini. Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, Kementerian sebagai regulator telah memberikan amanat kepada SKK Migas selaku pelaksana agar menuntaskan kewajiban pemasangan flow meter.

Selain itu, ia juga menyampaikan agar proses seleksi pengadaannya harus sesuai dengan aturan yang ada. “Ini harus jalan. Harus dipasang tahun ini. Kami kan regulator. Cara masang-nya terserah, siapa kontraktor terserah. Tapi ini malah GE saja kalah. Entah kalah atau dikalahkan,” kata Arcandra saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM Senin, (10/6).

Sebagai informasi, alat ukur tersebut sebelumnya dikerjakan oleh PT Global Haditech. Perusahaan yang bergerak di instrumen rekayasa dan berkantor pusat di Bekasi ini telah memenangkan tender yang digelar SKK Migas.

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor BAC-148/012A-ULP/2017SKK Migas, Global Haditech merupakan salah satu dari 68 perusahaan yang mendaftar menjadi perusahaan pengadaan flow meter. Dari jumlah tersebut hanya sembilan perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran.

Setelah melakukan evaluasi dokumen penawaran, SKK Migas menyatakan Global Haditech memenangkan tender. Perusahaan itu menawarkan harga sebesar Rp 58,190 miliar, lebih rendah dari total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang ditetapkan SKK Migas untuk proyek flow meter sebesar Rp 59,547 miliar.

(Baca: Terkendala Teknis, Pemasangan Alat Ukur Produksi Minyak Mundur)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha