Pertagas dan Petro Muba Kerja Sama Kembangkan Kilang LPG

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

19/6/2019, 19.57 WIB

Nantinya kilang tersebut akan memanfaatkan gas dari Lapangan Jambi Merang di Kabupaten Musi Banyuasin.

pertagas, kilang lpg
Arief Kamaludin|KATADATA
Pertagas dan Petro Muba kerja sama kembangkan kilang LPG Jambi Merang, Sumatera Selatan.

Pertamina Gas (Pertagas) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Musi Banyuasin, PT Petro Muba, sepakat bekerja sama mengembangkan bisnis LPG di wilayah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Kerja sama tersebut dituangkan dalam  Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Pengembangan Kilang LPG Jambi Merang yang ditandatangani pada Rabu (19/6).

Melalui kesepakatan tersebut, Pertagas dan Petro Muba akan melihat potensi pengembangan, pembangunan, pengoperasian kilang LPG sampai dengan penjualan hasil produksi LPG. Nantinya kilang tersebut akan memanfaatkan gas dari Lapangan Jambi Merang di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Kilang LPG baru di Kabupaten Musi Banyuasin diharapkan dapat membantu usaha Pertamina untuk meningkatkan volume produksi LPG untuk memenuhi kebutuhan LPG domestik,” ungkap Direktur Utama Pertagas Wiko Migantoro dalam keterangan tertulis, Rabu (19/6).

Di sisi lain, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, MoU ini bertujuan untuk menjaga pasokan LPG di wilayah Sumatera Selatan. “Kilang LPG baru juga akan membantu pemerintah untuk menekan impor LPG,” ujarnya.

Kerja sama Pertamina dan Kabupaten Musi Banyuasin juga diharapkan dapat mengembangkan perekonomian daerah. Selain itu, juga bisa berkontribusi pada ketahanan energi Indonesia.

(Baca: Pertamina Tunjuk Pertagas - PGN Garap Proyek Pipa di Blok Rokan)

Laba Bersih 2018 Pertagas Naik 3,54%

Pertagas mencatat laba bersih sepanjang 2018 mencapai US$ 146 juta atau naik 3,54% dari laba bersih tahun sebelumnya. Corporate Secretary Pertagas Fitri Erika mengatakan kenaikan laba bersih karena adanya peningkatan kinerja operasi perusahaan.

Sepanjang tahun 2018, volume transportasi gas naik 2% menjadi 512.271 MMSCF. Adapun, transportasi minyak dari ruas pipa Tempino-Plaju juga meningkat 3,71 MMBO atau naik 10% dari tahun lalu.

Lini usaha pemrosesan LPG juga naik 4% dibanding tahun lalu menjadi 214.446 ton. Begitu juga dengan bisnis regasifikasi LNG yang naik 8% menjadi 45.624 BBTU. "Peningkatan paling signifikan terdapat pada bisnis kompresi gas. Volumenya naik 41% dari 1.791 BBTU di tahun 2017 menjadi 2.531 BBTU di 2018," kata Erika berdasarkan keterangan tertulisnya pada Mei lalu.

Total aset Pertagas di 2018 juga naik menjadi 106% dibanding tahun 2017. Pada akhir 2018 total asset Pertagas adalah 2,048 juta US Dollar. Peningkatan ini disebabkan oleh penambahan investasi di 2018.

(Baca: Jelang Holding Migas, Pertagas Akan Pisahkan Dua Anak Usaha)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan