Dirut Bulog: 50 Ribu Beras Pengadaan Lama Dilepas untuk Operasi Pasar

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

4/7/2019, 18.36 WIB

Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan beras yang dilepas berkualitas baik.

beras bulog, beras lama bulog, bulog 50 ribu ton beras lama
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang petugas melakukan peninjauan gudang beras di Perum Bulog, Kelapa Gading, Jakarta.

Perum Bulog berencana melepas 50 ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP) dari hasil pengadaan lama. Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, beras tersebut akan digunakan untuk operasi pasar. Padahal, pejabat Bulog lain sempat menyatakan beras tidak mungkin dikonsumsi biasa, tapi diolah untuk keperluan lain.

Budi menjelaskan, beras yang akan dilepas berkualitas baik. Beras tersebut diprioritaskan untuk dilepas karena yang diserap lebih awal memang harus disalurkan lebih awal. Tujuannya, mencegah penurunan mutu di gudang. "Yang lama-lama itu akan digiatkan dalam operasi pasar. Jadi bukan karena kualitasnya rendah," kata dia di Jakarta, Kamis (4/7).

(Baca: Bulog Lepas 50 Ribu Ton Beras Rusak dan Mutu Rendah dari Gudang)

Meski begitu, Budi tak menampik ada kecenderungan penurunan mutu pada beras pengadaan lama tersebut. Adapun beras yang disalurkan untuk Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dipastikan akan menggunakan beras pengadaan baru.

Sebelumnya, Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar menjelaskan 50 ribu ton beras yang akan dilepas merupakan bagian dari pengadaan impor 2015-2017. Menurut dia, beras tersebut bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain, meskipun tidak mungkin untuk konsumsi biasa.

"Contohnya bisa jadi MSG, jadi ethanol, digiling. Kalau masih bisa diolah kenapa dibuang. Tapi untuk dikonsumsi sudah tidak mungkin," kata dia.

(Baca: Produksi Beras Tahun Ini Diprediksi Turun karena Kekeringan)

Adapun pelepasan stok CBP dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan CBP. Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa pelepasan dilakukan bila CBP telah melampaui batas waktu simpan sedikitnya empat bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu.

Bulog mencatat, stok beras di gudang mencapai 2,4 juta ton. Stok tersebut terdiri dari 2,2 juta CBP dan 143 ribu ton beras komersial.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha