Pameran Asosiasi Pemkab Ditaksir Raup Investasi Rp 2 Triliun

Penulis: Rizky Alika

Editor: Yuliawati

5/7/2019, 21.41 WIB

Investasi sebagian besar pada komoditas kopi. Kemudian kakao, karet, sawit, dan kayu non hutan.

pameran apkasi
Humas APKASI
Serah Terima Pataka APKASI dan Buku Laporan Kegiatan 2016-2019 antara Abdullah Azwar Anas (kiri) dan Mardani H. Maming (kanan) sebagai simbolis pergantian tampuk pimpinan Ketua Umum APKASI, disaksikan para Pengurus APKASI dalam kegiatan Rapat Dewan Pengurus APKASI, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

Pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) tahun ini diperkirakan dapat meraup investasi sebesar Rp 1-2 triliun. Perkiraan tersebut lebih rendah dari capaian pameran tahun lalu sebesar Rp 2,5 triliun.

"Memang lebih rendah. Tapi biasanya setelah pameran ini, ada tindak lanjut dari pengunjung yang datang," kata Penanggung Jawab Business Matching Apkasi Mukhlis Habidi di Jakarta Convention Center, Jumat (5/7).

APKASI menggelar kegiatan tahunan, APKASI Otonomi Expo 2019 yang berlangsung 3 hari mulai 3 Juli hingga 5 Juli 2019 di JCC. Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir.

(Baca: Azwar Anas Terpilih sebagai Ketua Umum APKASI yang Baru)

Mukhlis lebih lanjut menyatakan terdapat sepuluh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang dibuat dengan investor. Nota kesepahaman tersebut akan ditindaklanjuti oleh masing-masing daerah dengan calon investor. Beberapa kerja sama tersebut berada di Musi Banyuasin, Siak, dan Gorontalo.

Hingga saat ini, Apkasi mencatat jumlah investasi sementara melalui pameran Apkasi mencapai Rp 30 miliar. Jumlah tersebut berdasarkan 30% data yang sudah diperhitungkan melalui kuesioner.

Investasi tersebut sebagian besar pada komoditas kopi. Kemudian, investasi lainnya merupakan komoditas kakao, karet, sawit, dan kayu non hutan.

Sementara, investasi pada sektor pariwisata akan didorong pada pameran Apkasi 2020. "Tahun depan kami fokus rencana ke pariwisata. Tapi kami sudah mulai kick off workshop pariwisata yang menghadirkan beberapa daerah," ujarnya.

(Baca: Pameran Pariwisata di Bali Diestimasi Raup Transaksi Rp 9,06 Triliun)

Adapun pada pameran yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, jumlah pengunjung mencapai sekitar 11 ribu orang yang berasl dari pembeli dan investor dari domestik maupun manca negara. Sementara, jumlah peserta pameran mencapai 245 orang yang menempati 340 stan.

Dorong Tempat Inap Berdesain Lokal

Dalam acara tersebut, Apkasi juga menyampaikan akan mendorong tempat inap di daerah untuk menggunakan desain arsitektur lokal. Salah satu contohnya, kawasan Banyuwangi telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mewajibkan tempat inap mengakomodir desain lokal untuk memperoleh Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Jadi Aston dan hotel-hotel besar wajib buat arisetketur lokal," ujarnya. Oleh karena itu, ia berharap daerah lain dapat melakukan hal yang serupa seperti yang dilakukan Banyuwangi.

(Baca: Bekraf Fasilitasi Pengembangan Empat Daerah Kreatif)

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun menyepakati hal tersebut. Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kemenpar Anneke Prasyanti berharap Apkasi dapat mendorong daerah lain untuk memiliki Perda yang serupa dengan Banyuwangi.

"Ini supaya (wisatawan) bisa merasakan perbedaan di setiap tempat," kata dia.

Hal ini juga seiring dengan pesan Presiden Joko Widodo. Ia mengatakan, Jokowi sempat mengeluhkan tempat inap yang tidak menawarkan produk kuliner lokal. Padahal, setiap daerah memiliki ciri khas makanan masing-masing. Oleh karena itu, Anneke berharap kearifan lokal dapat ditingkatkan melalui Apkasi.

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha