Selama Transisi, LinkAja Masih Terima Transaksi dengan Ponsel Lawas

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Pingit Aria

5/7/2019, 02.00 WIB

Fitur transaksi dengan dengan tanda bintang dan pagar untuk feature phone tadinya digunakan oleh TCash.

Warga menunjukkan aplikasi pembayaran digital (uang elektronik) LinkAja saat sosialisasi di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019). Sistem pembayaran digital LinkAja yang merupakan bentukan tujuh BUMN (Telkomsel, BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, Pertami
ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH
Warga menunjukkan aplikasi pembayaran digital (uang elektronik) LinkAja saat sosialisasi di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019). Sistem pembayaran digital LinkAja yang merupakan bentukan tujuh BUMN (Telkomsel, BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, Pertamina dan Asuransi Jiwasraya) tersebut dapat digunakan masyarakat untuk melakukan pembayaran tiket kereta api.

LinkAja masih bakal melayani transaksi melalui feature phone. Sebab, meski pengguna ponsel pintar tumbuh pesat, saat ini masih ada sekitar 30 juta pengguna ponsel analog. Maka, transaksi melalui Unstructured Supplementary Service Data (USSD) atau tanda bintang dan pagar peninggalan TCash itu masih dipertahankan.

Chief Executive Officer (CEO) LinkAja Danu Wicaksana menyatakan, saat ini transaksi dengan USSD masih tersedia untuk pengguna lama T-Cash. Sebab, ia menyadari pengguna feature phone perlu waktu berbulan-bulan untuk beralih ke smartphone.

"Saat ini yang bisa digunakan hanya *800# tapi masih untuk pengguna Telkomsel," kata Danu di kantornya, Kamis (4/7).

(Baca: Banyak BUMN Antre Masuk LinkAja, Telkomsel Kurangi Saham dalam 3 Tahap)

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa timnya tengah berdiskusi dengan pemerintah terkait beberapa program, seperti penanggulangan kemiskinan. Jika berlanjut, ada kemungkinan LinkAja akan digunakan sebagai penyalur bantuan non-tunai yang menyasar masyarakat miskin, dan kemungkinan masih menggunakan feature phone.

Yang pasti, LinkAja menghadirkan lebih banyak fitur pembayaran di smartphone, baik yang berbasis Android, maupun iOS. "Kalau ditanya user experinece fokusnya ke mana, pasti di smartphone," kata Danu.

Pada kesempatan yang sama, Chief Operating Officer (COO) LinkAja Haryati Lawidjaja mengatakan, pengguna feature phone telah semakin berkurang. Menurutnya, banyak orang beralih ke smartphone karena harga perangkat dan paket data internet semakin murah.

(Baca: LinkAja Berencana Rambah Singapura, Bagaimana dengan OVO dan Go-Pay?)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan