Gapki Berharap India Segera Turunkan Bea Masuk Minyak Kelapa Sawit

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

9/7/2019, 19.16 WIB

Gapki berharap India segera menurunkan bea masuk minyak kelapa sawit mentah Indonesia. Apalagi, pemerintah sudah turunkan bea masuk gula dari negara itu.

Gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki), Penurunan bea masuk CPO India
Arief Kamaludin | Katadata

Gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki) berharap India segera menurunkan bea masuk minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).  Penurunan bea masuk diharapkan terjadi seiring dengan kemudahan yang diberikan pemerintah Indonesia terhadap akses impor gula Negeri Bollywood. 

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan pemerintah telah menurunkan bea masuk impor gula dari India guna mempermudah akses ekspor CPO ke negara tersebut. "Tanpa penurunan bea masuk CPO, penurunan bea masuk gula dari India akan sia-sia," kata dia di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Selasa (9/7).

Karena itu, dia berharap Menteri Perdagangan dapat terus melobi India untuk memberikan kelonggaran impor CPO Indonesia. Pelaku usaha menginginkan besaran bea masuk CPO Indonesia setidaknya setara dengan bea masuk CPO dari Malaysia.

(Baca: Bertemu Perdana Menteri Thailand, Jokowi Bahas Karet hingga CPO)

Saat ini,  bea masuk CPO Indonesia ke India dikenai 40% dan 50% untuk  produk turunannya. Sementara, Malaysia mendapatkan tarif yang lebih rendah lantaran adanya perjanjian Malaysia-India Comprehensive Economic Cooperation Agreement (MICECA) mulai awal tahun ini. Dengan demikian, bea masuk CPO dari Malaysia sebesar 40% dan produk turunannya 45%. "Pokoknya kami minta diperlakukan sama dengan Malaysia," ujarnya.

India merupakan negara tujuan ekspor utama CPO Indonesia. Dengan penurunan bea masuk tersebut, ekspor CPO ke India diperkirakan dapat mencapai 7 juta ton. Sementara, ekspor CPO ke India pada tahun lalu mencapai 6,71 juta ton.

(Baca: Tumbuh 11%, Produksi Minyak Sawit Maret 2019 Capai 4,31 Juta Ton )

Meski begitu, ia belum yakin ekspor CPO bisa menembus 7 juta ton tahun ini. Sebab, penurunan bea masuk oleh India belum juga dilakukan hingga saat ini.  Namun demikian, dia memperkirakan kenaikan ekspor CPO ke India bisa saja terjadi pada tahun ini.

Optimisme tersebut dilatari oleh upaya keras pemerintah dalam melobi pejabat India. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo tekah bernegosiasi dengan Perdana Menteri India terkait penurunan bea masuk CPO. Selain itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga telah bertemu dengan pemerintah India."Tapi belum berhasil," katanya.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha