Gelar Orbit 2019, Bekraf Ingin Munculkan Desainer Baru Indonesia

Penulis: Michael Reily

Editor: Ratna Iskana

10/7/2019, 18.34 WIB

Melalui program Orbit, Bekraf akan membina karakter dan membantu pengembangan bisnis desainer yang terpilih.

bekraf, desainer
AyoU Mizzura
Ilustrasi, peragaan busana. Sebanyak 35 desainer telah terpilih mengikuti program Orbit dalam dua tahun terakhir.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar seleksi desainer masa depan Indonesia bertajuk Orbit 2019.  Program seleksi desainer bertujuan untuk mengorbitkan desainer kreatif. 

Bekraf pun mencari talenta Indonesia yang bisa berkembang secara maksimal. "Bekraf ingin tumbuh melalui program pengembangan kapasitas secara berkelanjutan sehingga dapat berkontribusi kepada negara melalui profesinya," seperti dikutip dari foto unggahan akun @orbit_bekraf, Selasa (9/7).

Bekraf membuka pendaftaran sampai tanggal 22 September 2019. Peserta bisa mengirim contoh karya dan portofolio lewat orbit.bekraf.go.id. Sebanyak 35 desainer telah terpilih mengikuti program Orbit dalam dua tahun terakhir.

Dalam program orbit, ada tiga manfaat yang bisa didapat oleh desainer, yakni Designer Camp untuk pembangunan karakter dan pengembangan bisnis, Design & Product Development lewat lokakarya dan pembinaan, dan Network & Capacity Buliding melalui program karya wisata dan pameran.

(Baca: Tiga Merek Fesyen Indonesia Tampil di Toko Prancis)

Bekraf juga punya program Inovatif, Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara atau IKKON 2019 yang tujuannya untuk optimalisasi potensi ekonomi kreatif daerah. Sebanyak 56 desainer terpilih bakal tinggal di lima daerah yaitu Aceh Utara, Tanjung Pinang, Tomohon, Lombok Timur, serta Kupang.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas desainer Indonesia. Menurut Presiden Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono, karya perancang mode dalam negeri tak kalah berkualitas dibandingkan dengan asing. Eksplorasi atas kekayaan budaya nasional bisa menjadi nilai tambah produk mereka.

"Apapun yang bagus orang akan membeli, apalagi kalau harganya terjangkau. Kelas atas nikmati karya asli, konsumen bawah bisa pilih hasil printing ," kata Poppy, Januari lalu.

(Baca: Dorong Ekonomi Kreatif, Bekraf Sebar 56 Desainer di Lima Daerah)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha