Kebutuhan Tinggi, Industri Karet dan Plastik Diprediksi Terus Tumbuh

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

10/7/2019, 21.34 WIB

Masuknya investasi industri plastik ke dalam negeri, diperkirakan bisa mensubstitusi impor bahan baku plastik hingga 50% dalam lima tahun mendatang.

 Industri Karet dan Plastik Diprediksi Terus Tumbuh
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA
industri plastik diperkirakan terus tumbuh ke depan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai potensi pasar industri plastik dan karet Indonesia cukup besar. Hal tersebut dipicu oleh tingginya kebutuhan bahan baku dari beragam industri dari hulu sampai hilir.

“Peluang pasar pada industri plastik dan karet sangat besar, seperti kebutuhan bahan baku plastik yang mencapai 7 juta ton per tahun," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono dalam siaran pers, Rabu (10/7).

Saat ini, ketersediaan pasokan bahan baku plastik baru sekitar 2,3 juta ton. Artinya, peluang industri plastik dan karet masih besar.

(Baca: Terpukul Cukai Plastik, Industri Akan Kehilangan Penjualan Rp 600 M)

Untuk memaksimalkan jumlah pasokan bahan baku bisa dilakukan dengan mendorong investasi. Masuknya investasi industri plastik  ke dalam negeri, diperkirakan bisa mensubstitusi impor bahan baku plastik hingga  50% dalam lima tahun mendatang.

Apalagi, konsumsi plastik  saat ini masih cukup tinggi. Terlebih, plastik banyak diaplikasikan pada berbagai industri seperti industri kemasan produk makanan dan minuman, kosmetik, industri elektronik, serta otomotif.

Sedangkan untuk karet, pemerintah masih berupaya meningkatkan penyerapan bahan baku karet melalui teknologi aspal karet. Pemerintah  mendorong penggunaan aspal karet di seluruh jalan tol, dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

“Sehingga 7% dari kebutuhan aspal di dalam negeri sebesar 1,6 juta ton bisa disubstitusi dengan karet alam,” ujar dia.

Untuk menarik investor, pemerintah memberi sejumlah kemudahan izin usaha serta pemberian insentif.

(Baca: Kendalikan Sampah, Sri Mulyani Harap Cukai Plastik Segera Berlaku)

Sepanjang 2018, industri plastik dan karet tumbuh sebesar 6,92%, meningkat dari 2017 sebesar 2,47%. Industri plastik dan karet memberikan kontribusi siginifkan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas.

Pada 2018, kedua industri menyumbang sebesar Rp 92,6 triliun atau 3,5% lebih tinggi dibandingkan 2017. Kondisi tersebut terus meningkat selama lima tahun terakhir.

Adapun nilai investasi industri karet dan plastik yang menyentuh Rp 9,40 triliun pada 2018 dengan nilai ekspornya mencapai US$ 7,57 miliar pada 2018.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha