Jokowi Temui Bos Hyundai di Istana, Bahas Mobil Listrik

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

25/7/2019, 10.16 WIB

Komitmen investasi Hyundai seiring dengan rencana pemerintah mendorong pengembangan industri mobil listrik.

hyundai elantra
Katadata

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut pimpinan Hyundai Motors Group di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (25/7). Dalam pertemuan, kedua pihak membahas tentang investasi Hyundai Motors Group di Indonesia.

Jokowi bertemu dengan lima orang delegasi perusahaan otomotif asal Korea Selatan, yaitu Executive Vice Chairman Hyundai Euisun Chung, President Hyundai Young Woon Kong, Executive Vice President Hyundai, Hong-Jae Park, Senior Vice President Youngtack Lee, dan penerjemah Jihyun Kim.

Hyundai Motors Group menyatakan bakal memproduksi mobil listrik ramah lingkungan. “Kami berharap bahwa masuknya kami ke pasar indonesia akan membantu implementasi industri otomotif 4.0,” kata penerjemah Kim kepada Jokowi.

Hyundai juga memastikan rencana produksi mobil listrik benar-benar berjalan sempurna. Menurutnya, persiapan investasi hingga pembangunan pabrik bakal berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Apalagi, aturan mobil listrik sedang dalam proses penerbitan.

(Baca: Mega-Investasi Mobil Listrik di Indonesia)

Dalam pertemuan, Jokowi didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Kooordinator Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sebelumnya, Raksasa otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Company (HMC) dikabarkan segera merealisasikan investasinya di Indonesia. Perusahaan akan membangun pabrik berkapasitas 70 ribu hingga 250 ribu unit kendaran pada 2021.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan investasi setelah pertemuan dengan Executive Vice President HMC Park Hong Jae di Seoul, Korea Selatan. “Hyundai telah menegaskan komitmen mereka untuk segera memulai investasi di Indonesia," kata Airlangga dalam keterangan resmi dikutip Senin (1/7).

(Baca: Dalam 5 Tahun, Menperin Targetkan Investasi Otomotif Rp 100 Triliun)

Menurutnya, pemerintah akan mendukung rencana investasi baru tersebut dengan fasilitas fiskal yang sudah tersedia. Perusahaan akan mulai produksi pada 2021 dengan jenis kendaraan yang akan digarap di Indonesia, antara lain adalah SUV, MPV, hatchback, dan sedan.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN