Mata Bor Tersangkut Berulang Kali, Pengeboran di Blok Pase Dihentikan
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyatakan Triangle Pase Inc (TPI) telah menghentikan pengeboran sumur Pase B-P1 di Blok Pase karena mata bor tersangkut berulang kali. Padahal pengeboran sumur yang dimulai pada 1 Mei 2019 diharapkan bisa menambah produksi Blok Pase.
Deputi Operasi dan Perencanaan BPMA Teuku Muhammad Faisal menyebut jika proses pengeboran tersebut berhasil, maka ada tambahan produksi sebesar 10 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMscfd). Produksi gas Blok Pase yang berasal dari Lapangan Pase A dan B saat ini hanya sekitar 2 MMscfd.
"Kami ingin mereka menambahkan produksinya," ujar Faisal saat ditemui di Kantor BPMA, Banda Aceh, Kamis, (25/7).
Penambahan produksi gas diperlukan karena TPI telah berkontrak dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk memasok gas sekitar 10 MMscfd. "Pertagas masih menunggu karena ini kan sumurnya sumur lama jadi harapannya di B-P1 bisa mengangkat gas lagi," kata Faisal.
Blok Pase merupakan lapangan migas yang terletak di Aceh Timur yang dahulu dioperasikan oleh Mobil Oil Inc. Kontrak bagi hasil (PSC) Blok Pase pertama kali ditandatangani pada 12 Februari 1981 untuk jangka waktu 30 tahun.
(Baca: BPMA Fokus Cari Cadangan Migas Baru di Aceh)
Pada 2009, Triangle Energy (Global) Ltd mengambil alih blok tersebut yang kemudian dikelola di bawah Triangle Pase Inc. Pada 12 Februari 2012, PSC Blok Pase telah berakhir dan Triangle Pase ditunjuk untuk mengelola sementara selama enam bulan sampai adanya kontraktor yang definitif selagi mengupayakan agar perpanjangan kontrak bagi hasil (PSC) dapat diberikan kepada Triangle Pase Inc.
Dalam mengupayakan perpanjangan PSC Blok Pase, Triangle Pase menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh sebagai mitra dengan memberikan saham partisipasi sebesar 25% di Blok Pase. Pada Juli 2013, Triangle Pase menandatangani kesepakatan pendirian perusahaan patungan dengan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) untuk mengoperasikan Blok Pase secara bersama-sama.
Pada 2014, Triangle Pase menutup sumur produksi dikarenakan produksi yang terus menurun dan bersamaan dengan berakhirnya perjanjian jual beli gas dengan Arun. Namun pada Mei 2015, Triangle Pase mendapatkan perpanjangan PSC atas blok Pase selama 20 tahun terhitung efektif sejak 12 Februari 2012 hingga 11 Februari 2032.
Pada awal 2016, Triangle Energy (Global) melepas kepemilikannya 100% di Triangle Pase kepada Enso Asia Inc. Kemudian pada Maret 2018, Triangle Pase beroperasi kembali untuk mengalirkan gas dari sumur eksisting ke wilayah Medan melalui Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pembeli.
