Minim Terobosan Kebijakan, Apindo Ramal Investasi Tahun Ini Melandai

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ekarina

31/7/2019, 13.41 WIB

Arus investasi pada semester II diharapkan bisa membaik, kendati pertumbuhan pada semester I tidak sesuai yang diharapkan

Apindo, investasi 2019
Katadata
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan investasi dalam negeri tidak akan melonjak signifikan tahun ini karena tidak ada terobosan kebijakan dari pemerintah.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memperkirakan investasi  dalam negeri tidak akan melonjak signifikan tahun ini. Sebab, tidak ada kebijakan substansial yang bisa mempengaruhi ekonomi dan menggairahkan dunia usaha, terlebih sebelum masa Pemilu kemarin.

“Pemerintah tidak berani mengeluarkan kebijakan yang secara substansial mempengaruhi iklim usaha dan kegiatan ekonomi karena adanya kemungkinan pergantian pemimpin,” kata Wakil Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani kepada Katadata.co.id, Rabu (31/5).

Karena itu, dia memperkirakan tidak ada lonjakan investasi yang signifikan datang baik dari dalam maupun  luar negeri. Terlebih, pelaku pasar cenderung wait and see  pada semester pertama lalu sambil mengamati situasi politik dalam negeri. 

(Baca: Realisasi Investasi Semester I Rp 395 Triliun, Hampir 50% dari Target)

Di sisi lain, status layak investasi dari lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service dan S&P baru diberikan dalam beberapa tahun terakhir, juga dianggap belum cukup untuk memberikan kepercayaan terhadap stabilitas Indonesia. 

Situasi tersebut menyebabkan investor dalam dan luar negeri sangat hati-hati untuk berinvestasi. Dampaknya, keputusan dan realisasi investasi menjadi lebih lambat sampai iklim usaha dianggap mulai membaik.

Shinta berharap arus investasi membaik pada semester II, kendati pertumbuhan pada semester I lalu tidak sesuai yang diharapkan.“Ini driver utamanya (seharusnya) adalah pemerintah,” ujarnya.

(Baca: BKPM Targetkan Hyundai Mulai Investasi Sebelum November 2019)

Menurut dia, jika pemerintah bisa melakukan terobosan kebijakan dan implementasi kebijakan reformasi dengan lebih baik, aliran investasi akan masuk lebih cepat. Sebaliknya, jika investor akan terus wait and see dan perlambatan investasi akan terus berlanjut jika kebijakan pemerintah jika tidak terimplementasi.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi pada semester I 2019 mencapai Rp 395,6 triliun, tumbuh 9,4% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 361,6 triliun. Dengan capaian tersebut, BPKM optimistis target investasi sepanjang tahun ini sebesar Rp 792 triliun bakal tercapai.

Realisasi investasi semester I 2019 terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 182,8 triliun, naik 16,4% dibandingkan periode sama tahun lalu. Kemudian, Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 212,8 triliun, naik 4% dari periode sama tahun lalu.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN