Salah Laporkan Modal, BNI Sekuritas Disanksi BEI Denda Rp 250 Juta

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Martha Ruth Thertina

8/8/2019, 07.51 WIB

Perusahaan dinilai telah menyajikan laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) secara tidak akurat.

BNI Sekuritas, Sanksi BNI Sekuritas, Bursa Efek Indonesia, BNI
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi berupa peringatan tertulis dan denda Rp 250 juta kepada PT BNI Sekuritas. Perusahaan dinilai telah menyajikan laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) secara tidak akurat.

BEI mengumumkan penjatuhan sanksi tersebut melalui surat tertanggal 6 Agustus 2019 yang ditandatangani oleh Direktur BEI Kristian S. Manullang dan Laksono W. Widodo. Dalam surat dijelaskan, penyajian laporan MKBD tidak akurat berdasarkan hasil pemeriksaan dan pemantauan BEI.

MKBD merupakan ukuran kecukupan modal bagi perusahaan sekuritas untuk beroperasi. Semakin besar MKBD maka semakin baik karena artinya perusahaan memiliki kemampuan operasional atau transaksi yang besar.

(Baca: Tak Ditransaksikan Sejak 2015, Grahamas Didepak dari Bursa Saham)

Berdasarkan profil perusahaan anggota bursa (AB) di situs BEI, BNI Sekuritas tercatat memiliki modal disetor sebesar Rp 133,13 miliar. Nilai MKBD terakhir BNI Sekuritas tercatat Rp 267,14 miliar yang merupakan selisih antara total aset lancar dengan total kewajiban.

Adapun baru-baru ini, BNI Sekuritas mendapatkan komitmen suntikan modal tambahan dari induknya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi, BNI berkomitmen untuk melakukan pembelian saham dalam simpanan BNI Sekuritas sebanyak 225 juta saham atau senilai Rp 225 miliar.

Jumlah saham tersebut setara dengan 75% dari total 100% saham yang diterbirkan oleh BNI Sekuritas. BNI juga menyatakan kesediaannya untuk membeli sisa 25% saham yang diterbitkan oleh BNI Sekuritas apabila pemegang saham lain tidak mengambil porsinya.

(Baca: Katadata Market Index: Tertekan Perang Dagang, IHSG Agustus Bearish)

Setelah penambahan modal tersebut, maka modal disetor BNI Sekuritas berubah dari Rp 133,13 miliar menjadi Rp 433,13 miliar. Dengan demikian, komposisi akhir pemegang saham BNI Sekuritas akan mengalami perubahan.

Jika pemegang saham lain mengambil porsi penerbitan saham, maka BNI memegang 75% saham BNI Sekuritas, sisanya dikempit oleh SBI Financial Services Co. Ltd. Sedangkan jika pemegang saham lain tidak mengambil porsi penerbitan saham, BNI bakal memegang 92,32% saham BNI Sekuritas dan SBI Financial Services memegang 7,68%.

BNI telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penambahan penyertaan modal di BNI Sekuritas. Persetujuan diterima melalui Surat OJK No. S-112/PB.31/2019 tertanggal 30 Juli 2019.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan