Tak Ditransaksikan Sejak 2015, Grahamas Didepak dari Bursa Saham

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

7/8/2019, 20.17 WIB

PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW) telah disuspensi perdagangan sahamnya di pasar reguler dan tunai sejak pertengahan Juli 2015.

Ilustrasi suasana Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI akan melakukan delisting saham PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW) sebagai emiten per 13 Agustus 2019.
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Ilustrasi suasana Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI akan melakukan delisting saham PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW) sebagai emiten per 13 Agustus 2019.

PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW) yang tercatat di pengembangan, bakal dihapus sebagai emiten (delisting) pada 13 Agustus 2019 mendatang. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan hal tersebut dalam keterbukaan informasi yang dirilis hari ini, Rabu (7/8).

BEI menjelaskan, penghapusan pencatatan saham Grahamas Citrawisata merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (delisting) dan Pencatatan Kembali (relisting) Saham di Bursa.

Berdasarkan aturan tersebut Butir III.3.1.1., delisting saham Grahamas karena emiten tersebut mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usahanya, baik secara finansial atau secara hukum.

"Atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka, dan perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai," tulis Peraturan bursa tersebut.

(Baca: Disuspensi Dua Tahun, Saham Pemilik SCBD Akan Hengkang dari Bursa)

Selain itu, bursa juga melakukan penghapusan pencatatan karena saham GMCW telah disuspensi perdagangannya di pasar reguler dan pasar tunai, dan hanya diperdagangkan di pasar negosiasi setidaknya selama dua tahun terakhir. Sebagai informasi, bursa telah mensuspensi perdagangan saham GMCW di pasar reguler dan tunai sejak 30 Juli 2015.

"Sehubungan dengan hal tersebut, maka Bursa memutuskan penghapusan pencatat efek Grahamas Citrawisata dari BEI efektif sejak 13 Agustus 2019," seperti dikutip dari surat bertandatangan P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Mita Dwijayanti yang diunggah dalam keterbukaan informasi.

Dengan keputusan tersebut, saham Grahamas Citrawisata sejak 6 Agustus 2019 lalu, hingga 12 Agustus 2019 bakal diperdagangkan di pasar negosiasi selama 5 hari bursa sebelum akhirnya di-delisting.

Dengan dicabutnya status perseroan sebagai perusahaan tercatat, maka Grahamas tidak lagi memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat dan BEI akan menghapus nama perseroan dari daftar perusahaan tercatat yang mencatatkan sahamnya di BEI.

(Baca: Sahamnya Lama Dibekukan, Dua Perusahaan Terancam Didepak dari Bursa)

"Jika perseroan ingin mencatatkan kembali sahamnya di pasar modal, maka proses pencatatan saham akan dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku," tulis keterbukaan informasi tersebut.

Grahamas Citrawisata sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis perhotelan. Emiten ini resmi melantai di pasar modal dalam negeri melalui skema initial public offering (IPO) pada 14 Februari 1995. Harga perdana saham GMCW ketika itu Rp 1.000 per saham. Sejak disuspensi pada 2015 lalu, harga saham GMCW berada pada level Rp 860 per saham.

Tophams Finance Ltd merupakan pemegang saham mayoritas perusahaan dengan mengempit 36,60% saham dari total saham yang ada. Berikutnya MC. Cloud Investment Ltd memegang 29,94%, dan PT Meta Archipelago Hotels memegang 18,17%. Publik memegang 15,29%.

Sebelumnya, BEI sudah menghapus saham PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) pada Senin (17/6). Hal ini dilakukan karena rencana bisnis perusahaan tersebut tak kunjung berjalan hingga batas waktu yang ditentukan. Kegiatan usaha utama emiten ini yaitu penambangan batu bara yang dilakukan oleh entitas anaknya, PT Indo Wana Bara Mining Coal (IWBMC), yang hingga kini belum mulai berproduksi.

(Baca: Rencana Bisnis Tak Jalan, Saham Sekawan Intipratama Dihapus dari Bursa)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha