Amankan Transisi, Pertamina Didorong Mengebor Blok Rokan Awal 2020

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Muchamad Nafi

8/8/2019, 21.22 WIB

Upaya menggenjot produksi menjadi beban kontraktor baru Blok Rokan yang dipegang Pertamina.

SKK Migas Dorong Pertamina untuk Mengebor Blok Rokan Awal Tahun
Pertamina Hulu Energi

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong Pertamina untuk melakukan pengeboran di Blok Rokan paling lambat pada awal tahun depan. Targetnya, Pertamina dapat menekan laju penurunan produksi secara alamiah atau decline di blok tersebut.

Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurahman menyatakan pembahasan mengenai transisi pengelolaan dari operator lama, Chevron, ke Pertamina terus dilakukan. Dalam fase ini, ada beberapa model bisnis yang akan diterapkan.

Namun dia enggan membeberkan secara rinci model bisnis yang jadi opsi investasi di Blok Rokan. Sebab, "Belum diputuskan model bisnisnya," kata Fatar saat ditemui pada acara media briefing di Jakarta, Kamis (8/8).

Yang pasti, dia melanjutkan, kontraktor eksisting , yakni Chevron, tidak akan berinvestasi secara jor-joran dalam menerapkan teknologi tingkat lanjut enhanced oil recovery (EOR) menjelang kontrak berakhir. Padahal untuk mengatasi penurunan produksi diperlukan investasi yang tidak sedikit.

(Baca: Transisi Blok Rokan Jadi Tantangan SKK Migas dan Pertamina)

Fatar cukup memaklumi situasi tersebut. Karenanya, upaya kerja keras menjadi beban kontraktor baru yang dipegang Pertamina. SKK Migas ingin memastikan proses transisi berjalan lancar.

Menurut dia, jika Chevron menggunakan teknologi EOR, produksi minyak bisa diprediksikan terdongkrak hingga 400 ribu BOPD. "Kalau EOR dilaksanakan," ujarnya.

Seperti diketahui, Chevron telah melakukan uji coba teknologi tersebut dengan menginjeksi bahan kimia ke sumur minyak di Lapangan Minas. Hasilnya, terdapat potensi produksi minyak hingga 100 ribu barel per hari. Dengan asumsi tersebut, pada 2024, produksi Blok Rokan seharusnya meningkat dan mencapai 500 ribu barel per hari sesuai dengan proposal Pertamina kepada pemerintah.

(Baca: Pertamina akan Integrasikan Blok Corridor - Blok Rokan - Kilang Dumai)

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan proses transisi di Blok Rokan menjadi tantangan tersendiri bagi SKK Migas maupun Pertamina. Pasalnya, SKK Migas juga berkepentingan mengupayakan produksi minyak siap jual atau lifting seoptimal mungkin.

"Jangan sampai terjadi seperti Blok Mahakam. Ini waktunya sudah cukup dua tahun. Mudah-mudahan cukup untuk proses transisi," kata Dwi saat ditemui beberapa pekan lalu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN