Sri Mulyani Sebut Kualitas SDM Rendah Jadi Hambatan Investasi

Penulis: Michael Reily

Editor: Agustiyanti

9/8/2019, 13.50 WIB

Sri Mulyani menyebut anggaran pendidikan saat ini sudah cukup besar dan seharusnya mampu meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

sri mulyani, menteri keuangan
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut anggaran pendidikan sudah cukup besar guna mendorong kualitas SDM di Tanah Air.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah mempengaruhi efisiensi investasi di Indonesia. Alasannya, masih banyak pekerja yang punya pendidikan rendah serta kemampuan masih terbatas.

Padahal menurut dia, anggaran yang dikucurkan untuk sektor pendidikan sudah cukup besar yakni mencapai 20% Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) atau sebesar Rp495 triliun tahun ini.

"Isu desain kebijakan sektor pendidikan di Indonesia perlu pembahasan terus-menerus karena sekarang hampir 10 tahun (sejak berlakunya minimum anggaran 20% untuk pemndidikan)," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8).

(Baca: Sidang Kabinet RAPBN 2020, Jokowi Tekankan Pembangunan SDM)

Menurut Sri Mulyani, sinkronisasi kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk sektor pendidikan sangat penting guna mendorong kualitas SDM. Apalagi, kurikulum pendidikan antardaerah, dari pendidikan anak usia dini sampai perguruan tinggi berbeda-beda.

Selain itu, kualitas kelola dan biaya operasi sekolah juga jadi perhatian untuk optimalisasi pendidikan. Padahal, biaya pendidikan untuk sekolah negeri sudah mendapatkan subsidi pemerintah. Bahkan, pemerintah berencana menggratiskan biaya kuliah.

Kemudian, sektor pendidikan juga sangat terpengaruh oleh kesehatan setiap individu yang ada di Indonesia. Hubungan antara pemerintah dan jasa kesehatan perlu dapat peninjauan lebih penting. "Anggaran tetap teralokasikan tapi bagaimana kita menggunakannya itu jadi penting," ujar Sri Mulyani.

(Baca: Menko Darmin Akui Ekonomi Indonesia Kalah Efisien Dibandingkan Vietnam)

Dia mengungkapkan pemerintah komitmen untuk peningkatan kualitas masyarakat miskin. Sebanyak 15 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat bantuan sosial lewat Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Nontunai.

Menurut Sri Mulyani, kualitas SDM sangat berpengaruh terhadap hasil produksi terhadap investasi yang masuk. Semakin tinggi kualitas SDM, semakin baik efisiensi produksi. Alhasil rasio investasi terhadap pertumbuhan ekonomi bakal membaik.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan