Gunakan Teknologi Cocoon, Bulog Bisa Simpan Beras Berbulan-bulan

Penulis: Rizky Alika

Editor: Agustiyanti

15/8/2019, 11.05 WIB

Metode cocoon dapat mempertahankan kualitas beras seperti saat beras pertama kali disimpan.

beras, perum bulog
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi beras. Perum Bulog Subdivre Surakarta Jawa Tengah melakukan pembukaan sungkup cocoon pada 180 ton beras yang telah dibeli pada tahun lalu.
Perum Bulog Subdivre Surakarta Jawa Tengah melakukan pembukaan sungkup cocoon pada 180 ton beras yang telah dibeli pada tahun lalu. Dengan teknologi tersebut, penyimpanan beras bisa dilakukan selama berbulan-bulan. 
 
"Metode cocoon ini dapat mempertahankan kualitas beras seperti saat beras pertama kali disimpan, "kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh, seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (15/8).    
 
Ia menjelaskan hasil penyimpanan selama setahun telah dibuktikan dengan baik dalam pembukaan cocoon di Gudang Duyungan, Surakarta.  Dalam pembukaan tersebut, terlihat tidak ada perubahan kualitas dari sisi warna, bau, dan penampakannya.   
 Cocoon berbentuk bahan serupa plastik yang akan menyungkup beras untuk menjaga kualitasnya pada waktu tertentu. Metode ini merupakan cara menyimpan beras dan biji-bijian dengan cara menjaga kadar CO2 pada titik tertentu dan meminimalisir oksigen.  

 Dengan kontrol CO2 dan oksigen yang minimal, tidak ada kesempatan bagi hama untuk hidup dan mengganggu atau menurunkan mutu beras. Selain itu, penyimpanan ini dinilai ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimiawi.

 Selama tersimpan dalam plastik cocoon, spraying dan fumigasi dengan bahan kimia tidak perlu dilakukan. Dengan demikian, Bulog dapat menghemat pemgeluaran biaya perawatan beras.
 Di  sisi lain, hama yang biasa muncul pada bulan kedua atau ketiga saat penyimpanan, terlihat tidak bisa berkembangbiak. "Sementara kemasan karung pembungkus masih nampak bagus dan rapi," ujarnya.
 
Oleh karena itu, Bulog optimistis penugasan menjaga stok beras dapat dilakukan dengan baik dengan menggunakan cocoon. Uji coba ini baru dilaksanakan di Surakarta, Surabaya, Cirebon dan Makassar. 

Ke depan, metode ini akan menjadi bagian dari pelayanan Bulog. Dengan demikian, stok pangan dapat dijaga pada jumlah yang aman dan dalam jangka waktu yang lebih lama.
 

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN