Pertamina Dinilai Sulit Capai Target Rini soal Tumpahan Minyak ONWJ

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Yuliawati

23/8/2019, 20.11 WIB

Pengerjaan relief well membutuhkan waktu sekitar tiga bulan atau diperkirakan selesai pada Oktober.

ONWJ, Pertamina, tumpahan minyak
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina.

Permintaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno agar Pertamina merampungkan penanganan tumpahan minyak dari Blok Offshore North West Java (ONWJ) pada September, dinilai sulit terealisasi. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menyatakan pengerjaan relief well  membutuhkan waktu sekitar tiga bulan atau diperkirakan selesai pada Oktober.

"Dengan demikian, aliran minyak dari dalam sumur masih belum tertutup semua dan masih keluar dari dalam. Walau pun jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya, tapi masih ada aliran yang keluar," kata Mamit kepada Katadata.co.id, Jumat (23/8).

Saat ini pengeboran relief well YYA-1RW, telah menembus kedalaman 6.390 feet atau 1947 meter dari target 9.000 feet atau 2.765 meter.

(Baca: Rini Targetkan Pertamina Selesaikan Tumpahan Minyak Bulan Depan)

VP Relations Pertamina Hulu Energi (PHE), Ifki Sukarya menyampaikan saat berupaya menutup menghentikan tumpahan minyak. “Kami akan mengontrol sumur YYA-1 melalui sumur baru YYA-1RW ini, sehingga nanti bisa secepatnya menutup sumur agar tidak lagi menumpahkan minyak,” kata Ifki Sukarya.

Menurut Ifki, pengeboran sumur yang dibor secara miring ini membutuhkan akurasi tinggi karena harus mencari dan menemukan lubang sumur YYA-1. Setelahnya, baru dipompakan lumpur berat ke dalam sumur baru dengan tujuan mematikan sumur YYA-1.

PHE ONWJ memakai jasa perusahaan asal AS, Boots Coots untuk mematikan sumur YYA-1. “Nanti, setelah sumur YYA-1 dinyatakan mati akan dilakukan monitoring selama 24 jam penuh sebelum dilanjutkan ke proses plug and abandon atau penutupan sumur secara permanen,” kata Ifki.

(Baca: Menteri LHK: Tumpahan Minyak Blok ONWJ Sudah Masuk Perairan Serang)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN