Rini Targetkan Pertamina Selesaikan Tumpahan Minyak Bulan Depan

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ratna Iskana

22/8/2019, 19.22 WIB

Menteri Rini juga meminta Pertamina memasang oil boom ke arah timur dari anjungan YYA Blok ONWJ.

Menteri BUMN Rini Soemarno, Pertamina, Blok ONWJ
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Tampak ikan mati karena efek limbah tumpahan minyak milik Pertamina yang mencemari Pesisir Pantai Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat, Jumat (24/7/2019). Menteir BUMN Rini Soemarno menargetkan masalah tumpahan minyak Pertamina bisa selesai di September 2019.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno mendorong Pertamina untuk mempercepat penanganan tumpahan minyak di Perairan Karawang yang berasal dari Blok Offshore North West Java (ONWJ). Rini menargetkan masalah tumpahan minyak Pertamina dapat selesai pada September 2019.

Hal tersebut diungkapkan Rini saat meninjau daerah yang tercemar tumpahan minyak di Desa Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis (22/8). “Sejauh ini penanganan dampak tumpahan minyak yang dilakukan Pertamina sudah sangat baik. Tadi saya melihat langsung penanganan oil spill di sekitar sumur Pertamina,” ujar Rini seperti dikutip berdasarkan keterangan tertulis, Kamis (22/8).

Rini pun meminta warga sekitar pesisir pantai untuk membantu perusahaan plat merah tersebut membersihkan area yang telah tercemar tumpahan minyak. Selain itu, ia juga meminta Pertamina untuk memasang oil boom ke arah timur anjungan.

“Saat ini memang angin mengarah ke arah barat. Tapi, saya minta ke manajemen Pertamina untuk mengantisipasi jika angin mengarah ke timur,” ujarnya.

(Baca: SKK Migas Minta Dukungan Menteri BUMN Tangani Tumpahan Migas Blok ONWJ)

Pertamina telah memasang oil boom di delapan titik di sepanjang garis pantai, yaitu di Desa Cemara Jaya, Desa Sedari, Desa Tambak Sari, Desa Tanjung Pakis, Desa Pantai Bakti, Desa Sungai Buntu, Desa Sukajaya dan Kepulauan Seribu. Total personel yang terlibat dalam pembersihan tumpahan minyak, baik di darat maupun di laut per tanggal 19 Agustus 2019, sebanyak 1970 personel.

Pertamina juga memantau tumpahan minyak melalui patroli udara yang dilakukan dalam radius 50 – 100 km dengan menggunakan helikopter milik Pelita Air Service  Ada pun patroli perairan menggunakan Kapal Patroli Ditpolair Baharkam Polri di Perairan Karawang. 

Untuk pelayanan masyarakat, Pertamina telah membuka sembilan Posko Pelayanan Kesehatan, yaitu di daerah Ciwaru, Pusaka Jaya Utara, Sedari, Tambaksari, Batu Jaya, Tanjung Pakis, Cemara Jaya, Pasir Putih dan Kepulauan Seribu. Di posko ini disiagakan enam dokter, 39 paramedik dan lima ambulan.

(Baca: Semburan Gas Blok ONWJ Lebih dari Sebulan, ESDM Belum Investigasi)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN