Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat, OJK Dorong Peran Pasar Modal

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

23/8/2019, 14.48 WIB

Pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang terus meningkat

OJK mendorong peningkatan peran pasar modal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
OJK mendorong peningkatan peran pasar modal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peningkatan peran pasar modal untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini diharapkan bisa terus dipicu di tengah beragam  ketidakpastian ekonomi global

"Mencermati perlambatan ekonomi dunia ke depan, kita membutuhan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di sinilah pasar modal akan didorong agarlebih berkontribusi," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat membuka acara Capital Market Summit & Expo 2019 di Jakarta, Jumat (23/8).

Menurut Wimboh, pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan jangka panjang terus meningkat. Sumber pembiayaan yang dimaksyd, bisa untuk pembiayaan program strategis pemerintah maupun untuk pembiayaan sektor usaha.

(Baca: Ancaman Resesi Global Mereda, Bursa Saham Asia Naik Tapi IHSG Turun)

Sejak Januari hingga 19 Agustus 2019 (year to date), total dana yang dihimpun melalui penawaran umum di pasar modal mencapai Rp 112,4 triliun dari 104 penawaran umum. Adapun 29 di antaranya berasal dari emiten yang mencari modal melalui penerbitan saham baru (IPO). Sedangkan total pengelolaan produk investasi telah mencapai Rp 805 triliun.

Selain itu, OJK juga mengarahkan sektor pasar modal untuk memperluas layanan dan memperkuat perlindungan konsumen. Hal itu sejalan dengan upaya menumbuhkan industri pasar modal melalui beberapa produknya.

OJK telah menelurkan sejumlah kebijakan untuk mendukung perkembangan pasar modal dalam negeri, seperti lewat simplifikasi pembukaan rekening efek untuk meningkatkan basis investor. "Mekanisme pembukaan rekening efek yang sebelumnya membutuhkan waktu beberapa hari, kini dapat dipersingkat menjadi  sekitar 30 menit," kata Wimboh menambahkan.

(Baca: OJK Tak Khawatir Asing Kuasai 40% Obligasi Negara karena Diproteksi)

Selain itu, OJK juga mendorong industri pasar modal untuk mengikuti perkembangan teknologi digital agar dapat bersaing dengan negara-negara lain. Menurut Wimboh, teknologi menjadikan proses perizinan dan transaksi menjadi lebih cepat, efisien, mudah dan transparan serta jangkauan yang lebih luas.

Pihaknya bersama Self Regulatory Organization (SRO) bursa juga terus memperluas kesempatan perusahaan skala kecil dan menengah untuk memperoleh pendanaan melalui pasar modal. Caranya, dengan menerapkan segmentasi pendanaan berdasarkan ukuran perusahaan yang membutuhkan dana.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan pasar modal dalam negeri bisa kedatangan perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil juga bisa ikut masuk ke pasar modal. Dia juga meminta OJK secara aktif mendorong perusahaan-perusahaan kecil segera melantai.

"Kalau itu dilakukan, pasar modal bukan cuma bagian rumah di atas awan. Bagi mereka yang bermukim di bumi bisa memasuki pasar modal," kata Darmin.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN