Dorong Gim Lokal Kuasai Pasar, Telkom Gelar Program Pengembangan

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

26/8/2019, 10.36 WIB

Telkom mencatat hampir setengah dari konten gim yang dimainkan di Indonesia berasal dari luar negeri.

PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menggelar program pengembangan, Indigo Game Startup Incubation.
Telkom
PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menggelar program pengembangan, Indigo Game Startup Incubation.

PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menggelar program pengembangan, Indigo Game Startup Incubation. Hal ini bertujuan untuk mendorong industri gim lokal agar bisa menguasai pasar dalam negeri.

Direktur Digital Business Telkom Faizal R Djoemadi mencatat, hampir setengah dari konten gim yang dimainkan di Indonesia berasal dari luar negeri. Padahal, rantai nilai (value chain) industri ini sekitar 10% sampai 30%.

Karena itu, perusahaannya mengembangkan inisiatif lanjutan program Indigo Creative Nation, yang spesifik pada industri gim. "Kami sangat yakin kemampuan generasi muda Indonesia dalam menciptakan konten sangat besar. Terlebih, budaya lokal yang sangat kuat dapat dikembangkan melalui konten gim," kata dia dalam siaran pers, kemarin (25/8).

(Baca: Ini Daftar Penghasilan YouTuber Gim Seperti Kimi Hime)

Faizal menyampaikan, gim mendorong kreativitas dan dapat menghasilkan keuntungan bagi pemainnya. Sebab, potensi di industri cukup banyak, mulai dari pengembangan konten, publisher, agregator, payment, dan distributor.

“Industri gim global mutakhir memiliki pendapatan kotor US$ 120 juta atau sekitar 10 kali lipat dibandingkan industri konten sejenis yakni musik dan film,” kata Faizal. Untuk itu, ia ingin mendorong bisnis pelaku usaha gim lokal.

Apalagi, menurutnya, pengguna gim di Indonesia terus tumbuh baik untuk ponsel pintar (smartphone) maupun online lewat komputer (PC). Pendapatan kotor bisnis ini diperkirakan US$ 1 juta tahun depan. Jumlahnya diprediksi tumbuh dua kali pada 2025.

Ia mengatakan, pertumbuhan industri gim tidak lain didukung oleh perekonomian  masyarakat, tersedianya infrastruktur digital, serta banyaknya pengguna smartphone di Indonesia. Untuk itu, Telkom menggelar Indigo Game Startup Incubation.

Program ini merupakan ajakan untuk berkolaborasi mengembangkan industri gim di Tanah Air. “Bersama-sama tumbuh menjadi ekosistem yang besar. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, gim yang dikembangkan dari Gegerkalong ini dapat mendunia dengan cepat," katanya.

Ia menjelaskan, Indigo Game Startup Incubation tidak hanya ditujukan bagi startup gim. Program ini diperuntukkan untuk semua yang tertarik dan ingin terjun ke industri gim. Sebab, industri gim merupakan salah satu bisnis digital yang tengah dikembangkan TelkomGroup.

(Baca: Bangun Ekosistem, Telkom Target Pasar Gim Lokal Capai 20% pada 2024)

Perusahaan berharap, program dan sarana tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin agar industri gim di Indonesia tumbuh. Bahkan, ia berharap gim lokal lebih unggul dibanding produksi asing.

Telkom sudah menggelar program Indigo Cretive Nation sejak 2009. Di antaranya menyediakan Digital Innovation Lounge (DILo) sebagai tempat pengembangan ide inovasi dan kapabilitas digital dari sisi teknis, bisnis dan pengalaman konsumen.

Kegiatan tersebut diikuti 125 tim dari 176 pendaftar, dengan total hadiah Rp 300 juta. Khusus di Bandung, ada 15 tim yang ikut dalam aktivitas pemrogaman (coding). Telkom juga mengembangkan platform digital gratis seperti BigBox API dan IoT Antares.

(Baca: Hadirkan Arena VR, Bekraf Game Prime 2019 Target 18 Ribu Pengunjung)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN