Jokowi Percepat Pembangunan Infrastruktur Papua Jelang PON 2020

Penulis: Michael Reily

Editor: Yuliawati

26/8/2019, 16.13 WIB

Jokowi menilai pembangunan infrastruktur pendukung PON 2020 tidak hanya bermanfaat saat berlangsung acara, tetapi juga setelah kegiatan selesai.

Jokowi, PON
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pembangunan infrastruktur di Papua bakal berjalan lancar hingga penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Dia meminta percepatan dalam Rapat Terbatas (Ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/8).

Jokowi menyatakan para menteri dan Gubernur Papua harus memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung penyelenggaraan PON. "Mulai dari venue dan non-venue, hingga kesiapan akomodasi bagi atlet dan official," kata Jokowi saat membuka Ratas.

(Baca juga: Jokowi Percepat Pembangunan Infrastruktur di 6 Provinsi)

Pemerintah membutuhkan persiapan selama satu tahun. PON 2020 bakal berlangsung pada 9 September-21 September 2020. Jokowi meminta supaya para bawahan segera melakukan evaluasi secara berkala tentang masalah dan kemajuan yang sudah dicapai di Papua.

Jokowi menilai pembangunan infrastruktur pendukung PON 2020 tidak hanya bermanfaat saat berlangsung acara, tetapi juga setelah kegiatan selesai. "Jangan sampai setelah pelaksanaan, prasarana olahraga yang sudah dibangun dengan biaya yang tidak sedikit justru tidak dimanfaatkan dan menjadi rusak dan tiak terawat," kata Jokowi.

(Baca: JK: Anggaran Pembangunan dan Subsidi Papua Capai Rp 100 Triliun)

Dia meminta rencana pemanfaatan sarana prasarana olahraga di Papua. Sehingga, pembinaan bibit unggul bakal terus meningkat yang berarti semakin banyak talenta hebat di bidang olahraga dari Papua, contohnya sepak bola dan atletik.

Jokowi membeberkan PON adalah kegiatan olahraga terbesar nasional yang diikuti puluhan ribu atlet dan official dari 34 provinsi. Dia juga mengingatkan PON menjadi tempat perayaan keragaman serta semangat persaudaraan.

Jokowi meminta permasalahan penyediaan infrastruktur pendukung segera selesai. "Kita sebagai bangsa harus memperkuat persatuan dan kesatuan," katanya lagi.

Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan, kebutuhan dana untuk PON sekitar Rp 1,6 triliun. "Kebutuhan yang kami minta ditalangi (pemerintah) pusat untuk 2018 nanti mencapai Rp 1,6 triliun," kata Lukas usai rapat terbatas evaluasi proyek strategis nasional di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/7).

Ia menyebut, beberapa proyek infrastruktur seperti revitalisasi bandara Sentani, Jayapura saat ini telah rampung. Begitu pula pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang telah selesai. 

(Baca juga: Siapkan PON 2020, Papua Minta Talangan Rp 1,6 Triliun)

 

 

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan