Pertamina Akan Beri Uang Tunai untuk Korban Tumpahan Minyak Blok ONWJ

Penulis: Yuliawati

26/8/2019, 14.00 WIB

Pertamina akan mentransfer uang kompensasi lewat tiga bank Himbara (BRI, BNI dan Mandiri).

ONWJ, kompensasi
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Petugas memasang peralatan "Oil Boom" milik Oil Spill Response Center (OSCT) untuk melokalisir tumpahan minyak mentah di Pantai Sedari, Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/8/2019).

Pertamina Hulu Energi (PHE) akan memberikan kompensasi kepada masyarakat korban tumpahan minyak dari di sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) di Karawang, Jawa Barat. Ketua Tim 1 Penanggulangan Dampak Eksternal IMT PHE, Rifki Efendi Hardiganto, menyatakan kompensasi akan diberikan dalam bentuk uang tunai yang akan ditransfer melalui rekening bank.

"Nanti kami akan membuka rekening kepada warga terdampak yang sudah terverifikasi, kami akan memberikan bantuan tunai secara cashless, artinya kami bukakan rekening," kata Rifki, Senin, (26/8)

(Baca: Pantai Masih Tercemar Tumpahan Minyak, Pertamina Perluas Oil Boom)

Pertamina akan mentransfer uang kompensasi lewat tiga bank Himbara (BRI, BNI dan Mandiri). Ketiga Bank itu akan melakukan pendataan terlebih dahulu sebelum mendistribusikan dana kompensasi.

Pertamina rencananya  akan memberikan sosialisasi terkait ganti rugi berupa pemberian uang tunai kepada para korban di Karawang dan sekitarnya pada Kamis (29/8). Sosialisasi termasuk prosedural pemberian kompensasi.

"Apa yang dibutuhkan oleh perbankan, nanti kami akan lakukan sosialisasi. Insya Allah sosialisasi ini akan kami lakukan setelah melakukan rapat dengan KLHK pada Rabu," katanya.

(Baca: Delapan Desa Terdampak Tumpahan Minyak Blok ONWJ)

Sebelumnya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karawang Hendro Subroto menyebut ada 8.000 orang menjadi korban tumpahan minyak. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan sekitar 12 desa di Karawang dan Bekasi serta tujuh pulau di Kepulauan Seribu terkena dampak tumpahan minyak.

Akibat tumpahan minyak ini para nelayan kehilangan penghasilan karena menghilangnya ikan dan hasil tangkapan laut. Selain tak dapat melaut, ribuan orang terkena penyakit seperti gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan akut setelah membersihkan pantai dari minyak.

(Baca: Pertamina Dinilai Sulit Capai Target Rini soal Tumpahan Minyak ONWJ )

 

Penyumbang bahan: Abdul Azis 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan