Di Depan Jokowi, Warga Gadaikan Sertifikat Tanah untuk Beli Mobil

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Desy Setyowati

29/8/2019, 18.23 WIB

Jokowi malah memberikan sepeda kepada warga Jateng yang ingin menggadaikan sertifikat lahan untuk membeli mobil.

Jokowi saat berdialog dengan warga Purworejo, Jawa Tengah, yang ingin menggadaikan sertifikat tanah untuk membeli mobil.
Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi saat berdialog dengan warga Purworejo, Jawa Tengah, yang ingin menggadaikan sertifikat tanah untuk membeli mobil.

Ada peristiwa jenaka ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sertifikat tanah di Purworejo, Jawa Tengah, Kamis (29/8). Hal itu terjadi ketika salah seorang warga mengaku akan menggadaikan sertifikat tanah yang diperoleh untuk membeli mobil.

Peristiwa itu bermula ketika Jokowi dalam sambutannya menanyakan apakah ada warga Purworejo yang ingin menggadaikan sertifikat tanahnya, setelah diberikan pemerintah. Warga awalnya malu-malu menjawab pertanyaan Jokowi.

Kepala Negara lantas memaklumi jika ada warga Purworejo yang ingin menggadaikan sertifikat tanahnya. Asalkan, hal itu dilakukan untuk kegiatan yang produktif.

Selain itu, Jokowi meminta warga Purworejo berhitung lebih dulu sebelum menggadaikan tanahnya. “Bukan pinjam hanya untuk membeli televisi, sepeda motor, dan mobil. Hilang sertifikatnya kalau dipakai untuk hal yang tidak produktif,” kata dia di Jawa Tengah, Kamis (29/8).

(Baca: Pemerintah Target Sertifikasi Seluruh Tanah di Jawa Tengah Tuntas 2023)

Pernyataan Jokowi itu lantas disambut meriah oleh warga Purworejo yang hadir dalam acara pembagian sertifikat tanah tersebut. Mantan Wali Kota Solo itu lalu kembali bertanya apakah ada warga yang ingin menggadaikan sertifikat tanahnya.

Kali ini, banyak warga yang mengacungkan tangannya. Jokowi lalu memanggil salah satu warga, yakni Tri Nurul Hayati.

Nurul menjelaskan bahwa tanah seluas 513 meter persegi miliknya sudah disertifikasi. Jokowi kemudian bertanya kepada Nurul, berapa uang yang ingin dipinjamnya dengan menggadaikan sertifikat lahan.

“Kurang lebih Rp 50 juta. Cukup tidak, Pak?” jawab Nurul yang disambut tawa Jokowi dan warga lainnya.

(Baca: Atasi Sengketa Lahan, Jokowi Bagikan 3.800 Sertifikat Tanah di Jateng)

Jokowi lalu bertanya mengenai tujuan Nurul yang ingin menggadaikan sertifikat tanahnya. Nurul menjawab, hasil menggadaikan sertifikat tanahnya untuk membantu suami yang berdagang sepatu dari kantor ke kantor.

Salah satu keperluan yang ingin dibeli Nurul adalah mobil. Mendengar jawaban Nurul, Jokowi kembali tertawa.

Hal itu karena Jokowi baru saja memberi nasihat agar warga tidak menggadaikan sertifikat tanah untuk hal yang tak produktif, seperti membeli kendaraan. Sambil tersipu malu, Nurul berdalih kepada Jokowi. “Setidaknya kan saya butuh kendaraan untuk bawa sepatu itu,” kata Nurul.

Jokowi lantas kembali menegaskan bahwa tidak masalah menggadaikan sertifikat tanah untuk hal-hal produktif. Hanya saja, jangan sampai hasil gadai sertifikat tanah itu hanya untuk dinikmati semata. “Kalau untuk dinikmati ini berbahaya,” katanya.

Di akhir dialog dengan Nurul, Jokowi memberikan kuis kepadanya. Nurul diminta menjawab kelima sila dalam Pancasila.

Nurul menjawab dengan lancar kuis tersebut. Jokowi lalu memberikan sepeda cuma-cuma kepada Nurul. Dia juga diberikan kenang-kenangan berupa foto album.

(Baca: Jokowi Minta Penyelesaian Sengketa Lahan Berpihak pada Rakyat)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan