Bandara Kulonprogo Bisa Tarik 2 Juta Turis Asing ke Borobudur

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ekarina

30/8/2019, 21.34 WIB

Pada tahun ini, Kementerian Pariwisata menargetkan 500 ribu wisman ke Candi Borobudur pada 2019.

Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Wisata alam yang menyajikan matahari terbit dari Candi Borobudur menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan wis
ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAH
Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Wisata alam yang menyajikan matahari terbit dari Candi Borobudur menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Bandara Internasional Yogyakarta, Kulonprogo berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Candi Borobudur, Magelang. Arief menyebut hadirnya bandara baru tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisman ke Candi Borobudur hingga empat kali lipat.

Pada tahun ini, Kementerian Pariwisata menargetkan 500 ribu wisman ke Candi Borobudur pada 2019. "Dengan Bandara Internasional Yogyakarta (kenaikannya) bisa empat kali lipat dari 500 ribu menjadi 2 juta wisman," kata Arief di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/8).

(Baca: Jokowi Harap Banyak Maskapai Asing Mendarat di Bandara Kulon Progo)

Arief mengatakan, peningkatan kunjungan wisman itu dapat terjadi karena Bandara Internasional Yogyakarta memiliki kapasitas penumpang yang jauh lebih besar dibanding Bandara Adisutjipto, yakni sekitar 20 juta penumpang setiap tahunnya.Sementara, Bandara Adisutjipto hanya bisa menampung 1,8 juta orang setiap tahunnya.

Selain dari sisi kapasitas penumpang, Bandara Adisutjipto hanya memiliki dua slot penerbangan langsung dari luar negeri. Sedangkan Bandara Internasional Yogyakarta diperkirakan bakal memiliki slot penerbangan langsung dari luar negeri lebih banyak. "Jadi critical success factor-nya bandara. Bandara (Internasional Yogyakarta) harus selesai," kata Arief.

Namun demikian, peningkatan kunjungan wisman sebanyak empat kali lipat ke Candi Borobudur tak bisa serta-merta setelah Bandara Internasional Yogyakarta beroperasi. Menurutnya, peningkatan itu baru akan terasa setelah lima tahun beroperasi.

Strategi Gaet Wisman

Untuk semakin menarik minat wisman, Arief mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah strategis lainnya. Salah satunya dengan membangun atraksi baru di Candi Borobudur berupa boulevard.  "Lalu jalan yang mengelilingi kurang lebar. Itu harus dibuat, diperlebar," kata Arief.

Langkah strategis lainnya adalah dengan meningkatkan akses dari Bandara Internasional Yogyakarta ke Candi Borobudur. Hal itu dilakukan dengan menggarap jalur Bedah Menoreh.

(Baca: Jokowi dan Rombongan Menteri Naik Sepeda Tinjau Candi Borobudur )

Pemerintah juga akan membangun moda transportasi baru yang menghubungkan Bandara Internasional Yogyakarta ke Candi Borobudur. "Ada yang baru itu seperti trem, seperti Bahn di Jerman. Kayaknya akan diputuskan itu karena dia biaya yang paling murah," kata Arief.

Untuk meningkatkan amenitas wisman, pemerintah juga akan membangun resort di kawasan Bukit Menoreh. Menurut Arief, saat ini sudah ada tiga investor yang tertarik membangun penginapan di wilayah tersebut.

"Karena dia di Bukit Menoreh pasti eco (friendly). Akan jauh lebih banyak tanahnya dibandingkan bangunannya. KDB (Koefisien Dasar Bangunan) pasti kecil lah," ujarnya.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan