Fintech SuperAtom dapat Pendanaan Rp 336 Miliar

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Yuliawati

12/9/2019, 12.54 WIB

Potensi pasar fintech di Indonesia dianggap sangat besar.

fintech, superatom,pendanaan
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi fintech. Superatom, fintech lokal, memperoleh pendanaan sebesar US$ 24 juta atau sekitar Rp 336,6 miliar.

Startup financial technology (fintech) nasional SuperAtom memperoleh dana US$ 24 juta atau sekitar Rp 336,6 miliar. Investasi dipimpin oleh Gobi Partners melalui Meranti ASEAN Growth Fund serta pembuat aplikasi telepon Tiongkok Cheetah Mobile sebagai co-investor.

SuperAtom akan menggunakan dana untuk membiayai layanan keuangan perusahaan sehingga menjadi lebih mudah diakses. Pendiri SuperAtom Scarlett Xiao mengatakan, perusahaannya merupakan hasil integrasi sumber daya global. Mereka menerima suntikan dana dari Eropa, Jepang, Singapura, dan AS, dan mendapatkan adopsi teknologi dan model bisnisnya dari Tiongkok, untuk diterapkan di pasar Asia Tenggara seperti Indonesia.

(Baca: Fintech Modalku Salurkan Pinjaman Rp 8,5 Triliun di Asia Tenggara)

Scarlett melanjutkan, fintech di Asia Tenggara akan mulai lepas landas. "Negara-negara seperti Indonesia akan melihat PDB per kapita tumbuh dari US$ 3.800 menjadi US$ 7.000 dalam sepuluh tahun ke depan, sehingga potensi pasar sangat besar," kata Scarlett seperti dikutip dari DealStreetAsia, Selasa (10/9).

Di luar Indonesia, menurutnya, Filipina juga merupakan pasar yang sangat menarik karena memiliki populasi penduduk hingga 100 juta dan Produk Domestik Bruto (PDB) mereka tumbuh sebesar 6,2%.

Dalam membangun operasinya, SuperAtom memanfaatkan kehadiran aplikasi Cheetah yang telah ada di Indonesia. Di Asia Tenggara, Cheetah mengklaim memiliki sekitar 60 juta pengguna internet seluler aktif bulanan, di mana setengahnya ada di Indonesia.

(Baca: Kredivo Dapat Pinjaman Rp 284 Miliar dari Perusahaan Asal AS)

Selain itu, Cheetah Mobile akan berkontribusi dalam penggunaan lalu lintas pengguna global dan platform big data yang akan memungkinkan SuperAtom untuk mengembangkan sistem manajemen risiko untuk bisnis perusahaan.

Tahun lalu, SuperAtom menjadi salah satu dari lebih dari 100 pemain terdaftar di Indonesia setelah menerima izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan kemudian bekerja sama dengan bank lokal dan lembaga keuangan untuk meluncurkan platform fintech lending UangMe.

Di luar Indonesia, SuperAtom mengatakan bahwa mereka juga telah memperoleh lisensi keuangan di Filipina dan tengah bersiap untuk memasuki negara itu serta menjadikannya pasar Asia Tenggara kedua bagi perusahaan.

(Baca: Satgas OJK Blokir 946 Fintech Pinjaman Ilegal Sepanjang 2019)



Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN