Kewajiban B30 Dapat Dongkrak Harga CPO Hingga US$ 96/ton

Penulis: Rizky Alika

Editor: Ratna Iskana

25/9/2019, 14.58 WIB

Mandatori B30 diproyeksi meningkatkan konsumsi CPO. Setiap konsumsi satu juta ton CPO, harganya naik US$96/ton.

CPO, Biodiesel
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, bahan bakar minyak B30. Pemerintah memproyeksi harga CPO naik dengan implementasi B30.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan harga minyak kelapa sawit (CPO) bisa naik dengan adanya mandatori biodiesel 30% atau B30. Sebab, penerapan B30 diproyeksi dapat meningkatkan konsumsi minyak sawit.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Musdhalifah Machmud mengatakan setiap pembakaran CPO sebanyak satu juta ton akan meningkatkan harga hingga US$ 96/ton. "Ini lumayan kan," kata Musdhalifah di kantornya, Jakarta, Selasa (25/9).

Ia pun memperkirakan serapan CPO akan bertambah sebanyak 3 juta ton per tahun dengan adanya mandatori B30. Makanya pemerintah bakal fokus dalam mendistribusikan stok CPO pada tahun depan.

Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan infrastruktur penunjang B30 dengan menggandeng penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Nabati (BBN). Salah satunya infrastruktur yang dibutuhkan adalah tempat penyimpanan Fatty Acid Methyl Esters (FAME). 

(Baca: Pemerintah Tunda Pungutan Ekspor Sawit Hingga B30 Berlaku )

(Baca: Uni Eropa Tampik Terlibat dalam Kampanye Hitam Sawit Indonesia)

Di sisi lain, produsen biodiesel mengaku siap melaksanakan ketetapan B30 mulai tahun depan. Uji coba penggunaan B30 pun telah dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Uji coba B30 telah dilakukan sejak Mei dan berlangsung hingga Oktober. Adapun, total uji jalan b30 sepanjang 50 ribu kilometer.

Finalisasi penerapan B30 akan dilakukan pada akhir September. "Jadi tidak ada hal-hal yang membuat kami tidak bisa meneruskan B30," ujar dia.

Untuk melancarkan pelaksanaan kewajiban B30 pada tahun depan, Kementerian bekerja sama dengan Pertamina, Puslitbang Teknologi Minyak dan Gas Lemigas, Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain (BTBRD) BPPT, serta Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP) BPPT.

Pada tahun lalu, penerapan B20 mampu menghemat devisa hingga Rp 28,4 triliun. Penghematan ini akibat berkurangnya impor solar.

Sedangkan jumlah produksi biodiesel mencapai 6 juta kiloliter. Capaian itu setara dengan 105% dari target yang telah ditetapkan tahun ini sebesar 5,7 juta kiloliter.

(Baca: Kementerian ESDM: Biodiesel B30 Dapat Digunakan dalam Cuaca Dingin)

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan