Harga Minyak Indonesia Sentuh US$ 60,84 per Barel pada September 2019

Penulis: Ratna Iskana

8/10/2019, 14.26 WIB

Kenaikan harga minyak Indonesia dipicu rencana pembatasan produksi minyak dari OPEC dan Non OPEC, serta turunnya stok minyak Amerika Serikat.

Harga Minyak, Kementerian ESDM
Katadata
Ilustrasi, anjungan pengeboran minyak. Rata-rata harga minyak Indonesia pada September 2019 naik hingga US$ 60,84 per barel.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada September 2019 menyentuh level US$ 60,84 per barel. ICP September 2019 berhasil melonjak US$ 3,57 per barel dari US$ 57,27 per barel pada Agustus 2019. 

ICP SLC pada September 2019 juga naik sebesar US$ 3,09 per barel dari US$ 57,97 per barel pada bulan sebelumnya menjadi US$ 61,06 per barel.

Kenaikan ICP dipicu rencana perpanjangan pembatasan produksi oleh negara-negara OPEC dan Non-Opec. Rencana tersebut bakal dibicarakan dalam OPEC General Meeting pada Desember 2019.

Selain itu, ICP juga mengikuti tren harga minyak mentah dunia yang positif. Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan harga minyak mentah utama di pasar internasional mengalami peningkatan karena penurunan stok minyak Amerika Serikat (AS).

Dalam laporan mingguan Energy Information Administration (EIA) disebutkan stok minyak mentah AS pada akhir September 2019 turun 6,5 juta barel per hari dibandingkan akhir Agustus 2019 menjadi 419,5 juta barel per hari.

(Baca: ESDM Pastikan Lonjakan Harga Minyak Dunia Belum Berpengaruh ke BBM)

Penyebab lainnya adalah harapan membaiknya perang dagang antara AS dan Tiongkok menyusul rencana diadakannya Trade Talks pada Oktober 2019. "Selain itu, terdapat penurunan jumlah oil rig count dunia pada Agustus 2019 dibandingkan Juli 2019 sebanyak 32 rig menjadi 2.362 rig," jelas Tim Harga Minyak Indonesia seperti dikutip dari www.migas.esdm.go.id pada Selasa (8/10).

Terakhir, serangan terhadap fasilitas produksi Saudi Aramco yang menyebabkan berkurangnya pasokan minyak mentah sebesar 5,7 juta barel minyak per hari atau setara dengan 60% kapasitas produsi Saudi Arabia.

Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak mentah dipengaruhi peningkatan penjualan minyak mentah di beberapa negara Asia antara lain China sebesar 3,4%, Singapura sebesar 2,4% dan Taiwan sebesar 13,3% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada September 2019 dibandingkan Agustus 2019 yakni, Dated Brent naik sebesar US$ 3,77 per barel dari US$ 59,00 per barel menjadi US$ 62,77 per barel. WTI (Nymex) naik sebesar US$ 2,13 per barel dari US$ 54,84 per barel menjadi US$ 56,97 per barel.

Adapun harga Basket OPEC naik sebesar US$ 2,80 per barel dari US$ 59,62 per barel menjadi US$ 62,42 per barel. Sedangkan Brent (ICE) naik sebesar US$ 2,79 per barel dari US$ 59,50 per barel menjadi US$ 62,29 per barel.

(Baca: Kementerian ESDM dan DPR Asumsikan Harga Minyak US$ 63 Tahun Depan)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan