Bukalapak Buka Peluang Catatkan Saham di Empat Bursa Dunia

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Happy Fajrian

9/10/2019, 08.23 WIB

Empat bursa saham tersebut yaitu di Singapura, Nasdaq, Australia, dan juga Indonesia.

bukalapak ipo, bukalapak, bukalapak melantai di bursa
Katadata/Desy Setyowati
Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky mengatakan bahwa Bukalapak harus bisa menjadi role model atau panutan bagi startup di Indonesia dengan mulai mencetak keuntungan dan bisa melantai di bursa saham manapun di dunia.

Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Achmad Zaky mengatakan bahwa sebagai perusahaan berstatus unicorn, Bukalapak ingin menjadi panutan bagi perusahaan startup lainnya di Indonesia dengan menunjukkan mereka bisa mulai mencetak keuntungan sehingga bisa melantai di bursa saham manapun di dunia.

"Kami harus menunjukkan kalau kami ini profitable sehingga bisa melakukan IPO di mana pun, di Singapura, Nasdaq (Amerika Serikat) atau Australia, dan juga di Indonesia," ujar Zaky di acara Tech In Asia Conference, Jakarta, Selasa (8/10).

Hingga saat ini, dari empat unicorn yang ada di Indonesia, belum ada yang bisa melakukannya. Menurut Zaky, jika Bukalapak sukses melakukan itu semua, maka investor akan lebih yakni untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan startup teknologi lainnya di Indonesia. 

Dengan demikian, ekosistem startup di Indonesia akan tumbuh berkembang serta melahirkan pendiri startup baru atau bakat-bakat baru di bidang teknologi. "Saya yakin dengan banyaknya cerita sukses seperti ini, investor akan semakin percaya kepada kalian (para startup)," ujar Zaky.

(Baca: Kompetisi e-Commerce Tinggi, BukaLapak Fokus Tingkatkan Keuntungan)

Dia berharap, ke depan Bukalapak bisa menginspirasi lebih banyak pendiri startup dan investor agar industri teknologi bisa semakin tumbuh. Selain itu, dia juga berharap agar semua orang di seluruh Indonesia bisa bermimpi mendirikan perusahaan teknologi. "Saya pikir itulah masa depan ekosistem startup di Asia Tenggara," ujarnya.

Langkah Bukalapak untuk menjadi panutan perusahaan startup lainnya pun selangkah lebih dekat. Zaky mengklaim bahwa Bukalapak saat ini merupakan salah satu startup di Tanah Air yang memiliki tingkat keuntungan atau return on investment (RoI) terbaikterbaik. Dia pun menegaskan akan terus fokus memperbaiki RoI Bukalapak.

"Tingkat kompetisi e-commerce semakin ketat. Pada akhirnya investor (startup) akan melihat return on investment. Jika Anda bisa menghasilkan return of investment lebih tinggi, saya pikir Anda akan menang pada akhirnya," ujar Zaky.

Menurut dia, untuk meningkatkan RoI, Bukalapak harus konsisten dan fokus pada upaya meningkatkan layanan kepada pelanggan. Bukalapak, menurut dia, juga harus memastikan setiap uang yang dikeluarkan dapat menghasilkan keuntungan lebih besar.

(Baca: Google Bocorkan Siasat Lazada hingga Bukalapak Gaet Pasar di Regional)

"Bukalapak saat ini sangat disiplin dalam mengeksekusi ini (meningkatkan keuntungan). Investor saat ini mencintai Bukalapak, karena ketika mereka berinvestasi di Bukalapak mereka bisa memperoleh keuntungan lebih besar dibanding pada kompetitor lain," kata dia. 

Zaky menyebut Bukalapak merupakan salah satu startup di dunia yang memiliki valuasi cukup tinggi mencapai lima kali lipat dari modalnya. Hingga kini, perusahaan telah memperoleh suntikan modal mencapai US$ 400-500 juta, namun, valuasinya sudah mencapai sekitar US$ 2,5 miliar. 

"Jika dibandingkan dengan unicorn lainnya di seluruh dunia, saya pikir kami berada di atas, dalam penggandaan (multiplier) investasi sangat bagus," terang dia.

(Baca: Fajrin Ungkap Fokus Bukalapak Pasca Disuntik Modal Investor Korea)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan