Belum Kirim Laporan Keuangan, BEI Jatuhi Denda Rp 150 Juta ke 9 Emiten

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Ekarina

10/10/2019, 18.03 WIB

Sembilan emiten yang tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan sampai batas waktu 29 September 2019.

Pergerakan Harga Saham di BEI
ANTARA
BEI akan menjatuhi sanksi kepada sembilan emiten yang terlampat menyerahkan laporan keuangan hingga 29 September 2019.

Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis pengumuman terkait penyampaian laporan keuangan per 30 Juni 2019. Tercatat, ada sembilan emiten yang tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan sampai batas waktu 29 September 2019 sehingga terancam mendapat sanksi dari BEI.

(Baca: BEI Sebut 31 Perusahaan Bakal Gelar IPO Hingga Akhir Tahun Ini)

Adapun kesembilan emiten tersebut mendapatkan surat peringatan III serta denda Rp 150 juta. "Sembilan perusahaan tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan yang berakhir per 30 Juni 2019 yang tidak diaudit dan ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik," tulis BEI dalam keterbukaan informasi, Rabu (9/10).

Sembilan perusahaan tersebut adalah,
1. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA)
2. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN)
3. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY)
4. PT Golden Plantation Tbk (GOLL)
5. PT Sigmamold Inti Perkasa (TMPI)
6. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
7. PT Nipress Tbk (NIPS)
8. PT Cakra Mineral Tbk (CKRA)
9. PT Evergreen Invesco Tbk (GREN

Selain itu, dua emiten tercatat mendapatkan Surat Peringatan I, II, dan II, sehingga denda yang harus dibayar sebesar Rp 200 juta. Perusahaan tersebut yaitu PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dan PT Central Omega Resources Tbk (DKFT).

Keduanya menyampaikan laporan keuangan yang tidak ditelaah secara terbatas dan tidak diaudit lewat dari 29 September 2019.

Adapun dua emiten pertambangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) dikenakan peringatan tertulis II dan denda Rp 50 juta, karena belum menyampaikan laporan keuangan yang ditelaah secara terbatas.

(Baca: Saham Dibekukan, Tiga Perusahaan Terancam Terdepak dari BEI)

Demikian juga emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) juga dikenakan peringatan tertulis I, II, peringatan tertulis II dan denda Rp 50 juta. DILD menyampaikan laporan keuangan semester I yang tidak ditelaah secara terbatas dan tidak diaudit.

Sedangkan, PT Arhavest Tbk (ARTA) dan PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) dikenakan peringatan tertulis I karena belum menyampaikan laporan keuangan yang diaudit oleh Akuntan Publik.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan