Pemerintah Bentuk Lembaga Dana untuk Bantu Pembangunan Internasional

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Agustiyanti

18/10/2019, 13.51 WIB

Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) berfungsi memperkuat kegiatan politik luar negeri Indonesia.

LDKPI, bappenas, wapres jusuf kalla
Dok. Kementerian Keuangan
Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Brodjonegoro meresmikan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional.

Pemerintah secara resmi meluncurkan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI). Lembaga ini berfungsi memperkuat kegiatan politik luar negeri Indonesia.

LDKPI diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang  didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Brodjonegoro.

"Hari ini kami meresmikan dan mengefektifkan kerja sama ekonomi kita dengan negara-negara lain," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara peluncuran LDKPI di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (18/10).

Ia menjelaskan, LPKPI penting bagi Indonesia lantaran kerja sama ekonomi Indonesia dengan negara-negara lain semakin meningkat. Di sisi lain, ia menekankan sudah saatnya pemerintah tak hanya meminta bantuan kepada negera lain, tetapi saling membantu.

(Baca: RI Kembali Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB Periode Kelima)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan  LDKPI penting sebagai sarana diplomasi Indonesia. "Melalui lembaga ini Indonesia bisa mendorong kemitraan dalam pembangunan," kata Retno.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun berharap LDKPI bisa terus menunjang politik luar negeri. Salah satunya, untuk menunjukkan Indonesia sebagai negara besar dunia.

"Baik dari sisi penduduk, geografi, dan juga ekonominya," ujar Sri Mulyani.

(Baca: Lembaga Serupa KSP Tetap Ada di Periode Kedua Jokowi)

Ia pun menilai, lembaga ini akan membuat seluruh kementerian bisa saling bersinergi, terutama dalam meningkatkan efektifitas politik luar negeri Indonesia. Dengan demikian, Indonesia bisa dikenal sebagai negara yang terus mengupayakan perdamaian dunia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan dukungan dana untuk kegiatan internasional tersebut sudah dimulai tahun lalu senilai Rp1 triliun. Jumlah tersebut meningkat menjadi Rp 2 triliun untuk tahun ini. "Kalau tahun 2020 nanti saya cek, saya lupa angkanya," katanya.

Ia menjelaskan, Sumber LDKPI diambil dari pos anggaran below the line. Sehingga secara teknis dana tersebut tidak harus habis atau bahkan mungkin bisa menjadi dana abadi.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan