Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Bakal Diteken Lebih Cepat

Penulis: Agustiyanti

29/10/2019, 08.55 WIB

Kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok semula dijadwalkan bakal dilaksanakan saat gelaran KTT APEC di Chili pada 16-17 November 2019.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst
Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan dagang dengan Tiongkok bakal diteken lebih cepat dari jadwal.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan penandatanganan kesepakatan dagang tahap pertama dengan Tiongkok bakal lebih cepat dari jadwal. Namun, ia tak menyebut kapan kedua negara ekonomi terbesar itu bakal meneken kesepatan dan mulai mengakhiri perang dagang.

"Kami sedang mencari kemungkinan untuk menandatangani bagian yang sangat besar dari kesepakatan Tiongkok lebih cepat dari jadwal. Kami akan menyebutnya fase satu, tetapi ini bagian yang sangat besar," kata Trump, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/1).

Para pemimpin AS dan Tiongkok sedang berupaya untuk menyepakati teks untuk perjanjian perdagangan "tahap 1" yang diumumkan oleh Trump pada 11 Oktober. Trump mengatakan ia berharap untuk menandatangani kesepakatan dengan Presiden China Xi Jinping bulan depan pada pertemuan puncak Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) summit di Chili.

(Baca: Jumlah Orang Kaya Tiongkok Kini Lebih Banyak daripada Amerika)

Trump pada Senin (28/1) waktu setempat mengatakan penandatanganan itu direncanakan untuk diteken di KTT APEC. Namun, melihat kerusuhan politik baru-baru ini di Chili, ia mengatakan yakin mereka bisa meneken kesepatakan sebelum pertemuan itu.

Menurut Trump, kesepakatan tahap pertama akan membantu para petani dan perbankan AS.

"Jadi kita akan mengatakan sedikit lebih cepat dari jadwal atau mungkin jauh lebih cepat dari jadwal," katanya.

(Baca: Harga Minyak Melemah Terbebani Kenaikan Stok Minyak AS )

Produk pertanian adalah bidang utama diskusi. Menurut sumber Reuters, Beijing menginginkan Amerika Serikat untuk membatalkan beberapa tarif AS yang ada pada impor Tiongkok sebagai imbalan atas janji untuk meningkatkan pembelian komoditas AS seperti kedelai.

Amerika Serikat ingin Beijing berkomitmen untuk membeli produk-produk ini pada waktu dan harga tertentu, sementara pembeli Tiongkok menginginkan keleluasaan untuk membeli berdasarkan kondisi pasar.

Beijing dan Washington berusaha menenangkan perang dagang selama 16 bulan yang mengguncang pasar keuangan, mengganggu rantai pasokan dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Trump sepakat awal bulan ini untuk membatalkan kenaikan tarif pada 15 Oktober atas barang-barang Tiongkok senilai US$ 250 miliar sebagai bagian dari perjanjian tentatif pembelian pertanian, peningkatan akses ke pasar layanan keuangan Tiongkok, peningkatan perlindungan untuk hak kekayaan intelektual dan pakta mata uang.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan