Garuda Raup Laba Bersih Rp 1,72 Triliun hingga September 2019

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Agustiyanti

31/10/2019, 06.46 WIB

Pada sembilan bulan pertama tahun lalu, Garuda Indonesia mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 114,08 juta.

garuda indonesia
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Maskapai BUMN ini mencatatkan laba bersih Januari-September 2019 mencapai US$ 122,42 juta atau setara Rp 1,72 triliun.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berhasil mengantongi laba bersih senilai US$ 122,42 juta atau setara Rp 1,72 triliun hingga kuartal III 2019. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), maskapai milik pemerintah ini rugi hingga US$ 114,08 juta.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang diunggah dalam keterbukaan informasi hari ini, Kamis (31/10), catatan tersebut dapat diraih karena total pendapatan usaha perusahaan hingga kuartal III 2019 mampu tumbuh 9,9% yoy. 

Total pendapatan usaha Garuda hingga September 2019 mencapai US$ 3,54 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 3,21 miliar. Pendapatan tersebut terutama ditopang pendapatan dari penerbangan berjadwal senilai US$ 2,79 miliar, tumbuh 8,8% secara yoy dari US$ 2,56 miliar. Sedangkan pendapatan tidak berjadwal turun dari US$ 254,75 juta menjadi US$ 249,92 juta.

(Baca: Merpati Yang Hidup Lagi Setelah 5 Tahun Mati Suri)

Perseroan  juga mencatatkan penurunan beban usaha  sebesar 1,9%  dari US$ 3,35 miliar menjadi US$ 3,28 miliar. Ini terutama disumbang penurunan beban operasional penerbangan sebesar 4,4% menjadi US$ 1,93 miliar berkat penurunan biaya bahan bakar dari US$ 1,02 miliar menjadi US$ 908 juta.

Sementara itu, Garuda tercatat mengalami kerugian dari selisih kurs sepanjang Januari-September 2019 sebesar US$ 13,91 juta. Kondisi ini berbalik dari Januari-September 2018 yang mencatat keuntungan selisih kurs senilai US$ 52,35 juta.

Meski begitu, Garuda mampu mengantongi pendapatan bersih dari usaha lain-lain senilai US$ 13,62 juta hingga kuartal III 2019 ini. Catatan tersebut mampu tumbuh hingga 42,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 9,55 juta.

(Baca: Rujuk Lagi, Menimbang Untung-Rugi Kerja Sama Garuda-Sriwijaya)

Dengan kenaikan pendapatan usaha dan turunnya beban usaha selama sembilan bulan pertama tahun ini Garuda mampu mengantongi laba usaha senilai US$ 253,24 juta. Angka ini berbalik dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat rugi usaha senilai US$ 70,81 juta.

Catatan lainnya, total aset perusahaan per September 2019 senilai US$ 4,41 miliar, naik 5,9% dibandingkan dengan total aset per Desember 2018 yang senilai US$ 4,16 miliar. Sementara, total liabilitas per September 2019 senilai US$ 3,5 miliar atau naik 1,9% dibandingkan US$ 3,43 miliar per Desember 2018.

Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan penumpang dari tahun ke tahun. Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan penumpang Garuda Indonesia mencapai 6% menjadi 38,44 juta penumpang, seperti terekam dalam databooks di bawah ini. 

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan