Lapor Hasil Pemilu 2019 ke Jokowi, KPU: Keterwakilan Perempuan Naik

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ekarina

11/11/2019, 11.54 WIB

Jumlah keterwakilan perempuan, baik sebagai kandidat maupun yang terpilih sebagai legislator naik dibandingkan beberapa Pileg sebelumnya.

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) menerima pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/11/2019). Dalam pertemuan itu pimpinan KPU memberikan laporan kepada Presiden terkait penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019.
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) menerima pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/11/2019). Dalam pertemuan itu pimpinan KPU memberikan laporan kepada Presiden terkait penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/11). Dalam pertemuan tersebut, KPU melaporkan hasil pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. 

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, salah satu catatan penting KPU dalam Pileg 2019 yakni terkait keterwakilan perempuan. Menurutnya, jumlah keterwakilan perempuan, baik sebagai kandidat maupun yang terpilih sebagai legislator naik dibandingkan beberapa Pileg sebelumnya. 

Dalam Pileg 2019, jumlah perempuan yang berhasil menjadi anggota DPR dan DPD mencapai 162 orang. Angka itu naik cukup signifikan sebesar 23,6% dibanding Pileg 2014 yang sekitar 131 orang. 

“Jadi sejak 2014-2019, Pemilu 2014 dan pemilu 2019, jumlah kandidat perempuan meningkat sebagaimana amanah dalam UU tentang afirmasi keterwakilan perempuan,” katanya.

(Baca: Bawaslu Persiapkan Diri Hadapi Sidang Gugatan Pemilu 2019 di MK)

Selain keterwakilan perempuan, Arief juga menyinggung soal meningkatnya partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019. Menurutnya, pemilih pada Pemilu 2019 terjadi kenaikan partisipasi pemilih sebesar 7% menjadi 82% dari 75%.

Adapun kenaikan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebelumnya sebesar 77,5%.

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan kondisi tersebut berbeda dengan tingkat partisipasi Pemilu pada 1999 hingga 2014. “Kalau sejak Pemilu 1999 sampai Pemilu 2009 mengalami tren menurun. Pemilu 2014 (tingkat partisipasi pemilih) kita naik, tapi dengan angka yang sangat kecil,” kata Arief.

(Baca: Jumlah Gugatan Sengketa Pemilu 2019 Turun 2 Kali Lipat Dibanding 2014)

Selain membahas mengenai evaluasi pemilu lalu, KPU dalam pertemuan tersebut juga membahas mengenai rencana pelaksanan Pilkada yang akan diselenggarakan tahun depan. “Yang ketiga terkait dengan tata kelola kelembagaan KPU,” kata Arief.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan