IHSG Diramal Melemah Tertekan Data Neraca Perdagangan

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Agustiyanti

15/11/2019, 06.34 WIB

Neraca perdagangan yang diumumkan BPS pagi ini akan menjadi sentimen utama penggerak IHSG.

Pengunjung mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/10/2019). Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan dibuka menguat 4,45 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.256,79.
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Ilustrasi. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,71% menjadi berada di level 6.098,95.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak melemah, dipengaruhi oleh pengumuman neraca dagang.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi meprediksi, IHSG bakal mencoba kembali menguat di atas 6.100 sebagai level psikologis aman, tetapi akan cenderung melemah di akhir perdagangan. "Rentang laju IHSG hari ini dengan area support dan resistance di level 6.085-6.125," katanya.

Menurut dia, salah satu sentimen yang akan mempengaruhi laju indeks hari ini adalah data neraca perdagangan Oktober yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pagi ini. "(Neraca dagang) diekspektasi cukup buruk, defisit melebar sekitar US$300 juta," jelas dia. 

Meski demikian, ia merekomendasikan saham-saham yang dinilai menarik secara teknikal, yakni SSMS, WTON, TBIG, JSMR, ANTM, BEST, PTPP, WIKA, ESSA.

(Baca: Bea Keluar Nikel Melonjak Tajam Setelah Larangan Ekspor Dipercepat)

Senada, Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama memprediksi IHSG hari ini bakal bergerak di zona merah berdasarkan analisis teknikal. "Adanya potensi melanjutkan pelemahan pada pergerakan IHSG hari ini sehingga berpeluang menuju ke area support," kata Nafan.

Ia memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang support 6086,00 hingga 6063,99 dan resistance 6.177,66 hingga 6.217,55. Sementara itu, saham yang menurut dia dapat menjadi pertimbangan investor, yakni ANTM, BBNI, BBRI, BBTN, BSDE, dan WTON.

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan, IHSG akan menguat secara teknikalnya. "Kami mengindikasikan ada potensi penguatan jangka pendek. Pergerakan diperkirakan masih akan terbatas di tengah tingginya ketidakpastian global," ujarnya.

(Baca: Bursa Efek Indonesia Pantau Bom Medan tak Pengaruhi Harga Saham)

Ia memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang support 6.059 hingga 6.020 dan resistance 6.142 hingga 6.186. Adapun saham yang direkomendasikan, yakni HMSP, PTPP) dan ASII.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,71% menjadi berada di level 6.098,95. Sementara itu, bursa saham Wall Street tadi malam ditutup bervariasi. Indeks S&P 500 naik 0,82%, Dow Jones Industrial Average melemah 0,01%, dan Nasdaq Composite turun 0,036%.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan