IHSG Awal Pekan Diramal Bervariasi, Saham Emiten Retail Direkomendasi

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

25/11/2019, 06.38 WIB

IHSG hari ini diprediksi terkoreksi karena minim sentimen.

IHSG Awal Pekan Diramal Bervariasi, Saham Emiten Retail Direkomendasi.
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Ilustrasi layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Memasuki awal pekan, Senin (25/11) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak bervariasi oleh beberapa analis pasar saham. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (22/11), IHSG ditutup terkoreksi 0,28% di level 6.100.

Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper Jordan menyatakan, IHSG hari ini bakal terkoreksi karena minim sentimen penggerak. "IHSG akan bergerak terbatas karena minimnya sentimen pendorong," kata dia dalam risetnya.

Laju IHSG hari ini menurutnya bakal berada di area support 6.084 hingga 6.068. Sementara, untuk level resistance indeks hari ini diprediksi bergerak di rentang 6.138-6.119.

(Baca: IHSG Diramal Turun Sebab Minim Sentimen, Saham-saham ini Direkomendasi)

Beberapa saham yang dia rekomendasikan pada perdagangan hari ini di antaranya PT Medco International Tbk (MEDC), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), dan PT PP Tbk (PTPP).

Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi meramal laju IHSG cenderung terkonsolidasi tertahan di level support resistance 6.062-6.170.

Saham-saham yang menurut Lanjar masih menarik untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini yakni di antaranya adalah PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Lalu ada saham milik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk(TLKM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT United Tractors Tbk  (UNTR), dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES).

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama justru memproyeksikan  IHSG hari ini bakal menguat secara teknikal. "Kami mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG menuju ke resistance terdekat," katanya.

Area resistance IHSG hari ini menurutnya bakal berada di rentang 6.135,76 hingga 6.155,11. Sementara, area support pada laju IHSG hari ini memiliki rentang di level 6.086 hingga 6.062.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang menurutnya menarik dipertimbangan investor di antaranya PT Eagle High Plantations (BWPT),  PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Prediksi IHSG Sepekan

Analis Anugerah Mega Investama, Hans Kwee  memperkirakan, IHSG sepanjang pekan ini bergerak fluktuatif. Pelaku pasar mencermati perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Di awal pekan, IHSG bakal bergerak menguat. Namun, indek saham diprediksi melemah saat memasuki akhir pekan. Ia pun memperkirakan, IHSG berada pada level support 5.988-6.062 dan resistance di kisaran 6.167-6.200.

"Investor kami rekomendasikan melakukan aksi jual ketika pasar menguat dan beli bila terjadi koreksi," kata Hans.

Perkembangan negosiasi perdagangan AS dan Tiongkok masih akan memengaruhi aksi investor sepekan ke depan. Pada akhir pekan ini, optimisme pasar dari pernyataan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He yang sangat optimistis bisa mencapai kesepakatan negosiasi dagang fase pertama dengan AS.

(Baca: Investor Pantau Perang Dagang, IHSG Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif)

Liu He mengundang Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin ke Beijing untuk negosiasi lanjutan. South China Morning Post melaporkan, ada peluang AS menunda pengenaan tarif impor Tiongkok, bahkan jika kesepakatan belum tercapai pada 15 Desember mendatang.

Hal ini berbeda dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengancam akan menaikkan tarif impor barang Tiongkok, jika Beijing tidak menyetujui kesepakatan perdagangan.

Hans memperkirakan, kedua negara tidak akan menyepakati negosiasi perdagangan fase pertama tahun ini. "Hal ini berpeluang menekan laju indek pasar saham global dan regional, juga menaikkan ketidakpastian," katanya.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan