Aplikasi Urundata Ajak Warga Berbagi Data untuk Pemetaan Lingkungan

Penulis: Yosepha Pusparisa

Editor: Desy Setyowati

27/11/2019, 12.18 WIB

Aplikasi ini sudah menggelar 18 kampanye penggalangan data terkait lahan di Kaltim dan Sumsel.

aplikasi urundata ajak masyarakat berbagi data untuk memulihkan hutan dan memetakan lingkungan
urundata.id
Ilustrasi aplikasi urundata.

Konsorsium RESTORE+ meluncurkan aplikasi urundata, yang memungkinkan masyarakat berbagi data untuk memetakan lingkungan. Hal ini mendorong warga Indonesia untuk memahami kondisi sekitar dan ikut memulihkan hutan.

“Data yang ada bisa digunakan untuk opsi kebijakan restorasi berdasarkan konsorsium scientific dan empowerment,” kata Peneliti International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA) Ping Yowargana di Jakarta, Selasa (26/11). Ia memastikan bahwa data yang diperoleh sahih.

Saat ini, ada 1.146 pengguna Urundata dengan 692 sebagai kontributor. Aplikasi tersebut juga sudah menginterpretasikan 2,3 juta data.

Aplikasi Urundata pun telah mengadakan 18 kampanye berbagi data terkait lahan di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Sumatra Selatan (Sumsel). Data yang dihasilkan tentang perubahan tutupan lahan lintas provinsi.

(Baca: Bos Gojek: Teknologi Digital dapat Atasi Akses Pendidikan & Kesehatan)

Tutupan lahan adalah kondisi fisik materi yang ada di atas sebidang lahan yang dapat diamati secara langsung dengan mata manusia maupun melalui berbagai citra. Hal ini dibagi menjadi berbagai jenis kelas seperti pertanian, hutan tanaman maupun hutan alam.

Hasil urunan data klasifikasi ahan kebun pohon dan hutan buatan dari masyarakat digabungkan dengan hasil lainnya untuk menyusun peta tutupan lahan Kaltim. Data ini digunakan untuk membantu proses perencanaan, pengembangan, dan pemantauan tata kelola wilayah, termasuk kawasan hutan produksi dan Area Penggunaan Lain (APL). 

Data yang diperoleh baru terkait lahan Kaltim dan Sumsel, karena RESTORE+ aktif berkegiatan di wilayah ini. Selain itu, karakter restorasi lahan baik di kedua wilayah ini beragam, dengan konservasi, perkebunan hingga gambut yang luas.

“Kami coba melihat mana saja area yang terdegradasi dan penyebabnya. Kemudian digali formasi opsi pemulihannya,” kata Perwakilan World Agroforestry Center (ICRAF) Andree Ekadinata. Dengan asumsi, karakter kerusakan beragam sehingga penanganannya berbeda.

(Baca: Aplikasi Mertani Bantu Petani Pantau Tanaman Lewat Ponsel)

RESTORE+ terdiri atas IIASA, ICRAF, WRI Indonesia, dan WWF Indonesia. Konsorsium ini pun menggandeng 14 universitas dan sekolah tinggi di Kaltim dan Sumsel untuk terlibat dalam urundata.

Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi urundata di Google Play Store, lalu menyertakan alamat email atau nomor ponsel. Lalu, memilih penggalangan data sesuai minat.

Pemakai aplikasi juga bisa bermain Pilahpilih yang menampilkan penafsiran citra satelit. Pengguna bisa terjun langsung ke lapangan dan mengumpulkan data sesuai petunjuk permainan, lewat fitur Jelantara.

Aplikasi ini juga menerapkan level permainan yakni relawan, pejuang, pendekar, dan yang tertinggi pahlawan data. Untuk meningkatkan level, pengguna hanya perlu menambah koin dengan cara mengunggah data sebanyak-banyaknya.

(Baca: Penjelajahan Wallace di Nusantara Layak Digarap Jadi Wisata Ilmiah)

Reporter: Yosepha Pusparisa

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan