Menyoal Rencana Integrasi yang Membuat Facebook dan Instagram Down

Penulis: Pingit Aria

29/11/2019, 16.07 WIB

Telah berkali-kali aplikasi media sosial dari keluarga Facebook, termasuk WhatsApp dan Instagram mengalami gangguan secara bersamaan.

Seorang perempuan menunggu lift di kantor Facebook, London, Inggris, (4/12)
ANTARA FOTO/REUTERS/Toby Melville
Seorang perempuan menunggu lift di kantor Facebook, London, Inggris, (4/12)

Facebook dan Instagram down pada Kamis (28/11) malam. Ini bukan kali pertama platform media sosial dari keluarga Facebook mengalami gangguan. Sepanjang tahun ini, telah berkali-kali Instagram terganggu, baik sendiri, maupun bersamaan dengan jejaring sosial lain.

Pada awal November 2019 lalu misalnya, giliran Instagram dan WhatsApp yang eror bersamaan. Insiden yang lebih buruk terjadi pada 3 Juli, 14 April dan pertengahan Maret 2019 saat Instagram, Facebook dan WhatsApp sama-sama tumbang.

Perihal gangguan yang terjadi malam tadi, kepada The Verge, Facebook menyatakan bahwa ada software yang bermasalah di pusat jaringan perangkat lunaknya. Setelah sekitar enam jam, akhirnya layanan Facebook dan Instagram pulih pada Jumat (29/11) dini hari. "Kami kembali ke 100 persen untuk semua orang," demikian pengumuman Instagram.

(Baca: Facebook dan Instagram Eror Kamis Malam)

Seringnya gangguan terjadi pada jejaring sosial ini terjadi sejak perusahaan berencana mengintegrasikan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Facebook Messenger.

Pada awal 2019 lalu, Chief Executive Officer (CEO) Facebook Mark Zuckerberg memang telah mengumumkan rencana integrasi layanan pengiriman pesan di WhatsApp, Instagram Direct, dan Facebook Messenger.

Tujuan dari penggabungan ketiga aplikasi tersebut adalah untuk membuat situs jejaring sosial yang lebih terhubung. Di bawah infrastruktur yang baru, pengguna Facebook, Whatsapp dan Instagram bakal dapat saling berkirim pesan lintas platform.

"Kami ingin memberi pilihan bagi pengguna untuk dapat terhubung dengan keluarga atau kolega mereka dengan aplikasi manapun yang mereka pilih,” kata Zuckerberg melalui unggahannya di Facebook, Rabu (7/3).

Zuckerberg berharap, pengguna Facebook, Whatsapp, dan Instagram akan merasa lebih aman menggunakan berbagai fiturnya. Mereka juga diharapkan bisa membangun lebih banyak cara untuk berinteraksi melalui panggilan, obrolan video, grup, bisnis, pembayaran, perdagangan, dan lainnya.

(Baca: Pertegas Posisi, Facebook Ganti Logo Perusahaan dengan GIF Warna-Warni)

Lebih lanjut Zuckerberg mengatakan, nantinya Facebook akan meningkatkan enkripsi data sehingga tidak ada yang bisa melihat isi pesan kecuali pengirim dan penerima. Sebagai informasi, WhatsApp telah memiliki fungsi keamanan tersebut, namun Facebook dan Instagram belum mengadopsinya.

Pada Agustus 2019, Bloomberg melaporkan bahwa integrasi layanan ketiga jejaring sosial semakin nyata. Zuckerberg telah menggunakan sumber daya Facebook untuk pengembangan Instagram dan WhatsApp, sejak akusisi pada 2012 dan 2014. Kini, dia mengingkan kendali penuh.

Tak setuju atas kebijakannya, Co-Founder Instagram Kevin Systrom dan Mike Krieger telah mengundurkan diri. Pendiri WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum pun pergi karena tertekan oleh keinginan manajemen Facebook untuk memonetasi aplikasinya.

(Baca: Facebook Berencana Masukkan Iklan ke WhatsApp)

Seperti diketahui, WhatsApp sedikit berbeda dengan aplikasi di keluarga Facebook yang lain. Berbeda dengan Instagram dan Facebook, WhatsApp tidak memasang iklan. WhatsApp mendapat imbalan melalui fitur aplikasi bisnis yang memungkinkan perusahaan mengirim pesan pada konsumennya melalui platform tersebut.

Tak hanya mendapat tantangan dari dalam, kebijakan Zuckerberg juga menuai kritik. Profesor Sekolah Bisnis Universitas New York Scott Galloway menyebut strategi itu bisa membuat Zuckerberg menjadi orang paling berbahaya di dunia.

Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg (Erin Scott / ZUMA Wire / dpa)

 

Terlebih, Facebook juga kerap bermasalah dengan keamanan data pengguna, salah satunya pada kasus Cambridge Analytica. "Mark Zuckerberg sedang mencoba mengenkripsi tulang punggung WhatsApp, Instagram dan platform inti Facebook, sehingga ia memiliki satu jaringan komunikasi di 2,7 miliar orang. Apa yang mungkin salah? Semuanya," kata Galloway dalam wawancara dengan Bloomberg, Rabu (7/8) lalu.

Menurut laporan perusahaan, lebih dari 2,7 miliar orang menggunakan setidaknya satu dari tiga layanan grup Facebook setiap bulan. Di antaranya, lebih dari 2,1 miliar menggunakan Facebook, Instagram, WhatsApp, atau Messenger setiap hari.

(Baca: Mark Zuckerberg, Bahaya Penguasa Facebook, Instagram dan Whatsapp)

"Bahwa akan ada satu orang yang bisa menentukan algoritma untuk tulang punggung komunikasi terenkripsi 2,7 miliar orang itu menakutkan, terlepas dari niat orang itu, " kata Galloway.

Nantinya, meskipun pelanggan masih dapat menggunakan ketiga aplikasi messenger secara terpisah, ketiga layanan tersebut akan menggunakan infrastruktur back-end yang sama ketika rencana Zuckerberg selesai, antara akhir tahun ini atau di awal 2020. Berbagai kegiatan untuk merealisasikan target inilah yang diduga menimbulkan gangguan pada Instagram, Facebook dan WhatsApp.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan