Empat Tahun Absen, Menteri BUMN Akhirnya Hadiri Rapat di Gedung DPR

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Ekarina

2/12/2019, 11.40 WIB

Kehadiran Eric Thohir menjadi momen spesial, karena untuk pertama kalinya Menteri BUMN hadir dalam rapat di DPR, setelah absen dalam empat tahun terakhir.

Menteri BUMN Eric Thohir, didampingi Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo hadir pertama kalinya dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI.
Ihya Ulum/ Katadata.co.id
Menteri BUMN Eric Thohir, didampingi Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo hadir pertama kalinya dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) hari ini, Senin (2/12). Kehadirannya tersebut menjadi spesial, karena untuk pertama kalinya, sejak empat tahun terakhir absen.

Absennya Menteri BUMN dalam rapat di  DPR itu pun kerap kali diwakili oleh sesama rekan menteri yang lain. 

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, Menteri BUMN Erick memasuki ruangan rapat Komisi VI DPR-RI pada sekitar pukul 10.40 WIB dengan didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Rapat kerja tersebut membahas terkait Penyertaan Modal Megara (PMN) untuk tahun ini dan 2020.

(Baca: Satu Bulan Menteri BUMN, Erick Merangkul Ahok hingga Depak 6 Eselon I)

Rapat tersebut dibuka oleh pimpinan rapat yaitu Faisol Reza dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurut laporam kesekretariatan Komisi VI, Rapat Kerja hari ini ditantangani oleh 25 orang dari 54 anggota Komisi VI di mana total terdapat 9 fraksi.

"Dengan demikian kuorum telah terpenuhi sebagaimana ditentukan dalam Pasal 251 Ayat 1 Peraturan DPR-RI tentang tata terbit. Dengan ucapkan Bismillahirrahmanirrahim, izinkan saya buka rapat kerja ini," kata Faisol membuka rapat.

Menteri BUMN periode sebelumnya, Rini Soemarno diboikot oleh DPR sejak Desember 2015. Hal itu bermula ketika ada rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II yang meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Rini dari jabatannya,

Pansus menilai Rini melanggar konstitusi dalam perpanjangan kontrak pengelolaan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), selaku anak usaha PT Pelindo II.

Saat itu, Rini dan Direktur Utama Pelindo II R.J. Lino memperpanjang kontrak pengelolaan JICT oleh perusahaan asal Hong Kong, Hutchison Port Holding. Padahal, Menteri Perhubungan saat itu Ignasius Jonan yang merupakan regulator pelabuhan, menolak perpanjangan konsesi pengelolaan JICT.

Buntutnya, Rini diboikot untuk mengikuti rapat-rapat dengan anggota Dewan saja, selain direkomendasikan untuk dicopot dari jabatannya. Namun hingga akhir masa jabatan periode pertama presiden Jokowi, Rini Soemarno tetap berada pada posisinya hingga akhirnya digantikan dengan Erick Thohir.

(Baca: Kebijakan Erick Thohir soal Dirut Pilih Direksi Dinilai Model Terbaik)

Komisi VI DPR-RI pun kerap menggelar rapat dengan Kementerian BUMN yang merupakan mitranya. Namun, posisi Menteri BUMN kerap diwakilkan oleh Menteri Perindustrian yang saat itu dijabat oleh Airlangga Hartarto.

Rini pun bukannya  tidak pernah sama sekali menginjakkan kaki di kawasan gedung parlemen usai diboikot. Rini diketahui hadir pada saat pelantikan Jokowi  20 Oktober 2019 lalu di Gedung Parlemen, Jakarta.

Kal itu, Rini tampak hadir di sana memgenakan kebaya berwarna hijau. Hanya saja, urusannya bukan dalam rangka melakukan rapat dengan DPR-RI.

Untuk itu, kedatangan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN saat ini mengikuti rapat dengan DPR-RI, menjadi yang pertama sejak 4 tahun lalu absen atau kerap kali diwakili dengan menteri-menteri yang lain. 

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan