Setahun Dilatih, Ratusan Anggota Nahdlatul Ulama Masuk Ekosistem Gojek

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

12/12/2019, 17.00 WIB

Gojek memberikan pelatihan kepada anggota Muslimat Nahdlatul Ulama selama setahun. Setengah dari yang dilatih sudah masuk ekosistem Gojek.

Setahun Dilatih, Ratusan Anggota Nahdlatul Ulama Masuk Ekosistem Gojek lewat gofood dan goglam
Gojek
Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita (tengah) menyerahkan tumpeng secara simbolik dengan disaksikan oleh (kiri-kanan) Chief Marketing Officer MAPAN Mahpudz Effendi, Ketua II Induk Koperasi Annisa MNU Dara Eriza Wahid, Ketua IV PP Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) Siti Aniroh Slamet Effendy, dan Koordinator Bidang Ekonomi Koperasi & Agrobisnis PP MNU Syarifah Noor Hidayati

Gojek memberikan pelatihan kepada 1.200 anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) di 11 kota Indonesia selama setahun. Decacorn Tanah Air ini mengklaim, sekitar 50% atau 600 orang di antaranya masuk ekosistem.

Ratusan anggota MNU itu masuk ekosistem Gojek melalui GoFood ataupun GoDaily seperti GoGlam. “Dari total peserta, 50% di antaranya kini masuk ekosistem Gojek,” kata Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita di Jakarta, hari ini (12/12).

Anggota MNU yang mendapat pelatihan dari Gojek merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Mereka bergerak di bisnis kuliner hingga salon. "Rata-rata mereka (yang masuk ekosistem) memang sudah mempunyai usaha, sekalipun ada yang sekadar berjualan keripik,” kata Nila.

(Baca: Siasat NU Hadapi Era Digital, Gaet Gojek dan Tokopedia)

Nila mengatakan, pelatihan kewirausahan sangat diperlukan bagi para pelaku UMKM, khususnya menghadapi era digital. Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, 98,7% UMKM berstatus pedagang mikro pada 2018. “Mereka butuh teknologi untuk mengembangkan bisnisnya," ujarnya.

Materi yang diajarkan Gojek mulai dari perencanaan bisnis hingga pengelolaan keuangan yang baik. UMKM binaan Muslimat NU yang mengikuti pelatihan juga dapat mendaftarkan usahanya ke platform GoFood, GoPay dan Arisan Mapan.

Nila mengklaim, pengguna aktif mingguan Gojek 1,5 kali lipat lebih tinggi dibanding aplikasi on-demand sejenis. Data internal menunjukkan, rerata mitra UMKM yang bergabung dengan GoFood omzetnya meningkat 3,5 kali lipat.

(Baca: Survei LSI Denny JA: Pemilih NU dan Muhammadiyah Dukung Jokowi-Ma'ruf )

Ketua IV Muslimat NU Siti Aniroh Slamet Effendy menambahkan, mayoritas anggotanya yang merupakan ibu rumah tangga kesulitan menggunakan teknologi. Menurut dia, anggotanya merasakan manfaat dari pelatihan tersebut.

Kini, anggotanya yang tidak memiliki kios bisa menjual dagangannya ke banyak konsumen lewat GoFood. “Memasarkan dagangannya tidak harus keluar rumah,” kata Siti.

Perlu diketahui, Gojek telah melatih 15 ribu pelaku UMKM melalui Gojek Wirausaha. Pelaku UMKM yang mendapat pelatihan berdomisili di Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bali, Cirebon, Malang, Banyuwangi, dan Purwokerto.

(Baca: Donasi Digital Melalui Go-Pay Naik 400 Kali Lipat dalam Setahun)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan