Penuhi Kebutuhan Pembiayaan APBN, Pemerintah akan Kembali Melelang SUN

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Happy Fajrian

17/1/2020, 14.48 WIB

Pemerintah akan menawarkan tujuh seri SUN dengan target indikatif Rp 15 triliun dan target maksimal Rp 22,5 triliun.

surat utang negara, lelang sun, apbn
Arief Kamaludin|Katadata
Ilustrasi. Pemerintah akan kembali melelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa 21 Januari 2020 untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN.

Pemerintah akan kembali melelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa 21 Januari 2020, untuk memenuhi target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, pemerintah akan akan melelang SUN dalam mata uang rupiah dengan target indikatif sebesar Rp 15 triliun dan maksimal Rp 22,5 triliun.

"Lelang SUN dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiyaan dalam APBN 2020," tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (17/1).

Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik.

(Baca: Utang Luar Negeri RI Bengkak jadi Rp 5.614 Triliun per November 2019)

Adapun pemerintah menawarkan tujuh seri SUN pada lelang dengan tanggal penyelesaian transaksi akhir (settlement) pada 23 Januari 2020. Ketujuh seri tersebut yakni SPN03200422 dengan tingkat kupon diskonto dan jatuh tempo pada 22 April 2020.

Kemudian SPN12210108 dengan tingkat kupon diskonto yang akan jatuh tempo pada 8 Januari 2020. FR0081 jatuh tempo pada 15 Juni 202 dengan kupon 6,5%. Lalu, FR0082 jatuh tempo pada 15 September 2030 dengan kupon 7%.

Sedangkan FR0080 dan FR0083 memiliki tingkat kupon yang sama yakni masing-masing 7,5%. Namun, tanggal jatuh tempo kedua SUN ini berbeda yakni 15 Juni 2035 dan 15 April 2040. Sementara itu, FR0076 akan jatuh tempo pada 15 Mei 2048 dengan tingkat kupon 7,375%

Sebagai informasi, SUN dengan tingkat kupon diskonto artinya surat utang tersebut tidak memiliki kupon bunga atau tanpa bunga. Namun surat utang tersebut dijual atau dilelang di bawah nilai pokoknya.

(Baca: Mengenal Sovereign Wealth Fund yang Ingin Dibentuk Jokowi)

Lelang SUN ini merupakan yang kedua kali dilakukan pemerintah pada tahun ini. Sebelumnya pada 7 Januari 2020, pemerintah melakukan lelang perdana SUN dengan total penawaran yang masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp 81,54 triliun dan total dominal yang dimenangkan Rp 20 triliun.

Kala itu, pemerintah melakukan lelang SUN untuk seri SPN1220410, SPN12210108, FR081, FR0082, FR008, FR083, dan FR0076 melalui sistem lelang Bank Indonesia (BI).

Selain SUN, pemerintah juga melelang Surat Berharga Syariah Negara atau biasa disebut sukuk pada 14 Januari 2020 untuk seri SPNS15072020, PBS002, PBS026, dan PBS005. Dari lelang ini, tercatat penawaran hingga Rp 59,14 triliun. Total nominal yang dimenangkan dari keempat seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 7 triliun.

(Baca: Pemerintah Jual Obligasi Global Rp 43 Triliun dengan Bunga Terendah)

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan