Jokowi Tambah Anggaran Subsidi Rumah Murah FLPP Tahun Ini

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Agustiyanti

24/1/2020, 18.34 WIB

Jokowi menanggapi keresahan pengembang yang memperkirakan anggaran program FLPP tahun ini akan habis pada April mendatang.

FLPP, anggaran FLPP, Jokowi, Rumah Murah, subsidi rumah
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi. Pemerintah menganggarkan dana FLPP dalam APBN 2020 sebesar Rp 11 triliun.

Presiden Joko Widodo  memastikan penambahan anggaran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP untuk pembangunan rumah bersubsidi pada 2020. Penambahan anggaran dilakukan lantaran kuota FLPP untuk tahun ini diperkirakan habis pada April mendatang.

“Pagu-nya ditambah. Saya sudah perintah sendiri,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1).

Jokowi mengatakan, penambahan anggaran FLPP dilakukan karena program tersebut cukup sukses. Program FLPP dinilai dapat meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah ketika membeli rumah.

Melalui program FLPP, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh bunga KPR tetap sebesar 5% dengan jangka waktu pinjaman hingga 20 tahun.

 (Baca: Pengusaha Ingin Dana Hari Tua BPJS Dimaksimalkan Untuk Sektor Properti)

 Meski demikian, Jokowi belum merinci berapa besar penambahan anggaran tersebut. “Yang jelas FLPP ini sangat diminati oleh masyarakat,” kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini memastikan program sejuta rumah akan terus berjalan. Jokowi bahkan menargetkan 1,25 juta unit rumah dibangun pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 70% rumah akan dibangun bagi MBR, sedangkan sisanya untuk non-MBR.

Tahun lalu, total rumah yang dibangun mencapai 1.257.852 unit rumah murah. Perinciannya, 945.161 unit rumah untuk MBR dan 312.691 unit rumah untuk non-MBR.

“Target kemarin terpenuhi. dan ini akan terus jalan dengan target yang sedikit lebih banyak,” kata Jokowi.

(Baca: Evaluasi Skema FLPP, Pemerintah Batal Tambah Kuota Rumah Subsidi)

Penambahan anggaran FLPP ini menjawab kegelisahan para pengembang yang ikut program sejuta rumah. Mereka sebelumnya memprediksi jatah kuota FLPP 2020 sebesar Rp 11 triliun untuk 102.500 unit rumah akan habis pada April mendatang.

Hal ini lantaran anggaran subsidi tersebut telah dipakai Rp 2 triliun untuk memenuhi kekurangan subsidi FLPP pada 2019. Oleh karena itu, pengembang memperkirakan sisa subsidi hanya dapat membiayai 97.700 unit rumah.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan